Apakah kamu ingin berkarier di dunia data analyst? Untuk menarik perhatian rekruter, kamu harus mengetahui tips membuat portofolio data analyst dengan baik.
Dengan portofolio, kamu bisa menunjukkan semua keahlian dan pengalaman kerjamu dengan nyata. Maka dari itu, jangan hanya menampilkan data mentah saja–tapi buatlah dengan cara yang menarik, terstruktur, dan mudah dimengerti.
Mari simak artikel ini untuk menemukan langkah demi langkah untuk membuat portofolio yang lengkap dan bisa memikat hati para perekrut kerja.
Apa Itu Portofolio Data Analyst?
Portofolio data analyst adalah kumpulan hasil kerja yang menunjukkan kemampuan analisis data, penggunaan tools, dan penyelesaian masalah berbasis data nyata.
Berikut adalah beberapa fungsi dari portofolio data analyst:
- Bukti Konkret Keahlian: Menunjukkan bahwa kamu benar-benar menguasai praktik analisis data, bukan hanya teori.
- Membantu Proses Perekrutan: Rekruter bisa langsung melihat keterampilanmu yang relevan melalui proyek nyata.
- Menampilkan Pengalaman Analitis: Portofolio ini bisa menggambarkan skill problem solving-mu dalam menghadapi masalah dengan data.
- Media Personal Branding: Dokumen ini dapat memperkuat citra profesionalmu di mata perusahaan maupun komunitas data.
- Mudah Dipahami: Portofolio merupakan dokumen yang disajikan dalam bentuk visualisasi dan dokumentasi yang jelas sehingga lebih menarik.
Komponen Utama Portofolio Data Analyst
Saat ingin membuat portofolio, sebaiknya sertakan beberapa komponen penting ini supaya portofoliomu efektif dan lengkap!
1. Proyek dan Studi Kasus

Proyek adalah inti dari sebuah portofolio. Untuk itu, tampilkan beberapa analisis data nyata, seperti eksplorasi dataset, visualisasi, hingga prediksi dengan machine learning sederhana.
Cantumkan juga konteks proyek, tujuan, dan tantangan yang kamu hadapi supaya portofoliomu tampak lebih berbobot!
2. Tools dan Teknik yang Dikuasai
Tuliskan apa saja hard skill yang kamu miliki, misalnya menguasai bahasa pemrograman Python, R, SQL, sampai software visualisasi data seperti Tableau dan Power BI.
Berikan penjelasan singkat tentang penggunaan atau tools yang kamu gunakan dalam proyek untuk mempertegas kompetensi teknismu.
3. Dokumentasi Proyek yang Jelas

Rincikan proses analisis data yang kamu lakukan, metodologi yang dipakai, hingga insight yang berhasil ditemukan atau berdampak kepada bisnis.
Jelaskan semua ini dengan storytelling agar proses dan hasil kerjamu lebih hidup dan mudah dipahami, baik oleh rekruter maupun tim non-teknis!
4. Deskripsi Peran dan Kontribusi
Bagaimana jika proyek ini dikerjakan bersama anggota lainnya? Pastikan untuk menjelaskan bagian mana saja yang menjadi tanggung jawabmu.
Dengan begini, rekruter bisa menilai sendiri kontribusi pribadimu dan keterampilan kerja sama yang dimiliki.
5. Profil Singkat dan Kontak Profesional

Portofolio data analyst tidak akan lengkap tanpa perkenalan diri dan tautan kontak pribadimu, misalnya profil LinkedIn, GitHub, atau email pribadi. Sertakan komponen ini supaya rekruter bisa menghubungimu untuk proses lebih lanjut!
Tips Membuat Portofolio Data Analyst yang Menarik
Berikut tips membuat portofolio yang bisa kamu tiru untuk memenangkan perhatian rekruter!
1. Mulai dari Proyek Terbaru
Usahakan untuk menaruh proyek terbarumu di halaman paling depan hingga proyek yang paling lama di halaman paling belakang.
Meletakkan proyek secara terstruktur membuat rekrut memahami skill terbaru apa saja yang kamu kuasai sekarang.
2. Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas

Daripada menampilkan banyak proyek dengan hasil biasa-biasa saja, lebih baik pilihlah beberapa proyek yang benar-benar relevan dan mendalam. Rekruter lebih suka melihat kualitas analisis dibandingkan sekadar jumlah proyek!
3. Gunakan Platform yang Mudah Diakses
Tempatkan portofoliomu di platform yang mudah diakses publik, seperti GitHub, Tableau Public, LinkedIn, atau website pribadi. Dengan begini, rekruter bisa melihat hasil kerjamu kapan saja tanpa perlu meminta ulang file.
4. Visualisasi Data yang Informatif

Sertakan grafik dan dashboard yang jelas, interaktif, dan mudah dipahami. Visualisasi yang baik akan membantumu menyampaikan insight data dengan lebih efektif.
Pastikan visualisasi tidak hanya indah secara estetika, tetapi memuat informasi yang mendalam.
5. Update Portofolio Secara Berkala
Portofolio bukan sesuatu yang statis. Maka dari itu, tambahkan proyek terbaru secara rutin dan hapus yang sudah tidak relevan. Ini membuat portofoliomu selalu terlihat relevan dan sesuai dengan tren industri!
Contoh Portofolio Data Analyst untuk Inspirasi
Masih kesulitan untuk membuat portofolio data analyst yang bagus? Mungkin, kamu perlu contoh nyata-nya. Berikut kami sajikan 3 portofolio yang bisa menjadi inspirasimu!
1. Portofolio Marcellinus Adiwidyartanto

Klik link portofolionya disini.
2. Portofolio Hanifah Intania

Klik link portofolionya disini.
3. Portofolio Syifa Fauziyah

Klik link portofolionya disini.
Saatnya Bangun Portofolio Data Analystmu Sendiri!
Itulah tips membuat portofolio data analyst beserta komponen yang harus dimasukkan. Dengan menampilkan proyek terbaik, tools populer, hingga menulis dokumentasi yang jelas, hasil kerjamu akan sangat bernilai di mata perusahaan perekrut.
Nah, jika kamu masih pemula dan belum mengerti dasar-dasar yang diperlukan, mari ikuti kursus data analyst dari Coding Studio!
Dalam kelas ini, kamu akan mempelajari dasar visualisasi, seperti menggunakan Matplotlib, mempresentasikan visual data dengan grafik, komponen visualisasi, hingga membuat alur data.
Berkat pendekatan praktis dan berbasis proyek nyata, kamu bisa memahami pola data, menghasilkan insight bernilai, serta menyusun portofolio profesional untuk berkarier sebagai data analyst.
Sudah cukup tertarik? Yuk, klik tautan di atas dan mulai langkah awalmu untuk menjadi data analyst handal bersama kami!