Pernahkah kamu kesulitan untuk memilih tools pengolah data yang tepat?
Di satu sisi, hampir semua orang bisa menggunakan Excel karena sering ditemukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Di sisi lain, bahasa Python menjadi semakin populer dan sering disebut sebagai standar baru dalam dunia data.
Kebingungan inilah yang sering membuat banyak data analyst pemula kebingungan: apakah cukup mengandalkan spreadsheet saja atau perlu belajar coding?
Maka dari itu, mari simak artikel ini untuk membandingkan penggunaan Excel versus Python untuk kebutuhan analisis data sehari-harimu!
Perbandingan Excel vs Python untuk Analisis Data
Meskipun sama-sama kuat untuk analisis data, Excel dan Python memiliki pendekatan dan skala penggunaannya yang berbeda. Berikut adalah perbandingannya dari berbagai aspek penting pada:
1. Aksesibilitas

Excel lebih mudah digunakan pemula karena tampilan visualnya dan kemudahan untuk mengetik formula langsung di sel. Ini membuatnya cocok untuk analisis cepat, seperti rekap data atau laporan sederhana.
Sementara itu, kamu harus menguasai dasar pemrograman dulu untuk menggunakan Python karena proses analisisnya dilakukan melalui script atau kode yang lebih teknis. Namun, ini membuatnya bisa mendukung analisis yang lebih terstruktur dan scalable.
2. Kemampuan Mengolah Data Besar
Excel hanya bisa menganalisis dataset dalam skala kecil. Ia bisa mengalami penurunan performa jika kamu memberikannya data dalam jumlah besar.
Sebaliknya, bahasa Python dirancang agar bisa menganalisis data dalam skala besar dan bisa dihubungkan langsung ke database bisnis.
3. Fleksibilitas dan Otomatisasi

Untuk melakukan otomatisasi sederhana kamu bisa menggunakan formula tertentu dan makro. Semakin kompleks prosesnya, semakin sulit juga kamu mengelolanya.
Di sisi lain, kamu bisa menggunakan satu script Python untuk melakukan otomatisasi yang lebih kompleks, seperti pembersihan data hingga pembuatan laporan otomatis.
4. Visualisasi Data
Dalam Excel, kamu bisa membuat chart hanya dalam beberapa klik sehingga praktis dan mudah digunakan untuk laporan harian.
Sementara itu, Python menyediakan library visualisasi yang lebih variatif dan bisa dikembangkan untuk kebutuhan dashboard interaktif.
5. Kebutuhan di Dunia Kerja

Terakhir, Excel umumnya digunakan di bidang administrasi dan keuangan karena kemudahan akses dan lebih banyak dipahami.
Berbeda dengan Python yang lebih populer di kalangan data analyst dan data scientist karena mampu menangani proses analisis lanjutan.
Tabel Perbandingan Excel vs Python untuk Analisis Data
Supaya lebih jelas dan mudah dipahami, berikut kami sajikan tabel singkat yang merangkum perbandingan Excel vs Python sesuai pembahasan di atas!
| Aspek | Excel | Python |
| Kemudahan Penggunaan | Mudah untuk pemula, berbasis visual, bisa langsung input formula di sel | Perlu dasar pemrograman karena berbasis script/kode |
| Kapasitas Data | Terbatas dan bisa melambat pada data besar | Mampu mengolah data skala besar dan terhubung ke database |
| Otomatisasi | Menggunakan formula dan macro | Bisa membuat otomatisasi kompleks dalam satu script |
| Visualisasi | Grafik bawaan praktis untuk laporan cepat | Menggunakan library visualisasi yang lebih variatif dan fleksibel |
| Kebutuhan Kerja | Umum di administrasi dan finance | Populer di data analyst dan data scientist |
| Fleksibilitas Pengembangan | Cocok untuk analisis sederhana | Cocok untuk analisis lanjutan dan pengembangan sistem |
Kapan Sebaiknya Memilih Excel?
Tools Excel cocok digunakan untuk proses analisis yang sederhana, memiliki data yang tidak terlalu besar, atau disaat kamu membutuhkan laporan tepat.

1. Analisis Sederhana
Jika kamu hanya perlu menghitung total, rata-rata, persentase, atau membuat Pivot table, kamu hanya perlu menggunakan Excel saja. Ia menyediakan formula dan fitur bawaan sehingga proses analisismu menjadi lebih cepat dan praktis.
Baca juga: Contoh Analisis Data Sederhana dengan Excel versi Coding Studio
2. Data Tidak Terlalu Besar
Excel sudah cukup untuk menangani dataset yang berjumlah ratusan hingga puluhan ribu baris. Proses analisisnya bisa dilakukan dengan cepat tanpa perlu setup lingkungan coding dahulu.
3. Butuh Laporan Cepat
Terakhir, Excel sangat cocok digunakan untuk membuat laporan dalam waktu singkat. Kamu bisa menginput data dan memvisualisasikannya tanpa melakukan konfigurasi tambahan.
Kapan Sebaiknya Memilih Python?
Sementara itu, bahasa Python lebih cocok digunakan untuk proses analisis lanjutan, ketika kamu memiliki data besar dan kompleks, atau kebutuhan otomatisasi rutin.

1. Ingin Analisis Lanjutan
Gunakanlah bahasa Python untuk melakukan analisis prediktif, membuat model machine learning, atau pemodelan statistik karena Excel memiliki keterbatasan dalam hal ini.
2. Data Besar dan Kompleks
Bahasa Python lebih stabil dan fleksibel untuk menganalisis dataset yang berukuran besar atau berasal dari berbagai sumber yang berbeda.
3. Perlu Otomatisasi Rutin
Gunakanlah bahasa Python apabila kamu perlu mengerjakan analisis yang sama dalam hitungan minggu atau bulan. Hanya dengan menjalankan ulang script, proses ini dapat dilakukan secara otomatis.
Baca juga: Python untuk Otomatisasi Tugas: Manfaat, Library, dan Tipsnya
Kuasai Keduanya untuk Proses Analisis yang Lebih Efisien!
Setelah membandingkan antara Excel vs Python untuk kebutuhan analisis data, dapat disimpulkan bahwa keduanya bukanlah kompetitor yang harus dipilih salah satu.
Excel unggul dalam kemudahan dan kecepatan untuk analisis dasar, sementara Python kuat untuk menganalisis data dalam skala besar, otomatisasi, dan analisis lanjutan. Maka dari itu, gunakanlah keduanya secara bersamaan sesuai kebutuhan.
Jika kamu ingin mampu melakukan analisis data dengan lancar tanpa bergantung pada satu alat saja, bangunlah pondasi yang kuat melalui kursus Data Analyst dari Coding Studio!