Pernah mendengar istilah server web? Server web adalah server yang menyimpan, memproses, dan mengirimkan konten sebuah website kepada penggunanya. Dengan adanya teknologi ini, Anda bisa mengakses seluruh konten website dengan lancar tanpa hambatan apapun!

Akan tetapi, banyak orang awam yang belum mengenal istilah ini. Jika Anda tertarik untuk mempelajari atau berkarier di dunia IT, maka Anda harus memahami konsep server web secara lengkap. Simak artikel ini untuk mengenal pengertian, fungsi, fitur-fitur, jenis, hingga cara kerja server web!

Apa Itu Server Web?

Server web adalah sebuah sistem–berupa software atau hardware–yang dapat menerima permintaan dari browser pengguna dan mengirimkan datanya kembali dalam bentuk halaman website. Proses ini dilakukan melalui protokol komunikasi seperti HTTP atau HTTPS.

Secara teknis, server web seperti Apache dan Nginx bekerja dengan cara menerima permintaan (request) dari pengguna, lalu mengambil data dari sistem file atau database website, dan mengembalikannya dalam bentuk tampilan yang bisa Anda lihat di browser.

Server web dalam bentuk hardware biasanya berbentuk komputer khusus yang dapat melayani trafik tinggi. Tanpa adanya server web, Anda tidak bisa mengakses website apapun.

Server Web Fisik

Perbedaan Server Web dan Server Fisik

Terdapat beberapa perbedaan antara server web dan server fisik. Meskipun saling berkaitan, perbedaan ini terletak pada fungsi dan bentuknya.

Server web merupakan perangkat lunak (software) seperti Apache, Nginx, atau IIS. Sementara itu, server fisik adalah perangkat keras (hardware) seperti komputer atau mesin server tempat software tersebut dijalankan. 

Server web juga bisa berjalan di berbagai perangkat seperti PC pribadi, cloud server, atau VPS. Bahkan, Anda bisa memasang server web hanya dengan menyewa cloud seperti AWS atau Google Cloud.

Fungsi Server Web

Sebelum menggunakannya secara nyata, mari kita telusuri beberapa fungsi server web dalam dunia internet!

1. Menampilkan Konten Website

Fungsi utama server web adalah menyajikan berbagai jenis konten seperti HTML, gambar, video, dan file lainnya ke browser Anda. Saat Anda mengklik sebuah alamat situs di browser, server web akan menanggapinya dengan mengirimkan halaman yang diminta dengan elemen-elemen yang utuh.

2. Mengelola Akses dan Permintaan Data

Server web juga mengatur pemilik akses beserta izin aksesnya. Setiap ada permintaan data dari pengguna, server akan mengecek apakah permintaan tersebut valid dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan begitu, mereka menjaga agar sistem tetap berjalan dengan aman dan efisien.

3. Melakukan Load Balancing

Bayangkan jika website Anda diakses oleh ribuan orang dalam waktu bersamaan? Untuk menghindari overload, server web memiliki fungsi load balancing. Ia akan membagi beban ke beberapa server supaya website Anda tetap dapat diakses dengan cepat dan performanya stabil.

Baca juga: 10 Cara Mempercepat Loading Website atau Blog

4. Mengatur Logging dan Monitoring Aktivitas

Setiap aktivitas pengguna akan dicatat oleh server web melalui logging system. Fungsi ini membantu Anda dalam memantau trafik, menganalisis performa, serta mendeteksi aktivitas mencurigakan. 

Selain itu, monitoring ini juga dapat mengidentifikasi bug atau kesalahan konfigurasi dalami sistem.

5. Menghubungkan dengan Database dan Backend

Selain menyajikan konten statis, server web juga terhubung dengan database dan backend logic (seperti PHP, Python, atau Node.js) untuk menampilkan data yang dinamis seperti data login atau keranjang belanja. Interaksi ini membuat website Anda menjadi interaktif dan responsif terhadap setiap input dari pengguna.

6. Menyediakan Keamanan Sistem

Server web juga harus memprioritaskan keamanan sistem. Oleh karena itu, ia menyediakan dukungan untuk SSL/TLS, autentikasi pengguna, serta konfigurasi firewall. Dengan begitu, ia bisa mengenkripsi data Anda agar tidak disadap oleh pihak ketiga. 

Dengan fitur keamanan ini, semua data-data digital Anda yang berharga tetap terlindungi ketika berselancar di dunia internet.

Fitur-fitur Server Web

Dengan fitur-fitur dalam server web, website Anda tetap bisa berperforma secara optimal dan tetap terlindungi. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Support HTTP/HTTPS

Server web harus mendukung protokol komunikasi seperti HTTP dan HTTPS. HTTPS menggunakan enkripsi SSL agar data yang ditransmisikan tetap aman dari pihak yang tidak berwenang. Ini menjadi salah satu fitur wajib dalam setiap website untuk menjaga privasi pengguna.

2. Caching

Pernah mendengar istilah cache dalam website? Dengan adanya cache, server dapat menyimpan data halaman-halaman yang sering diakses. Ini dapat mempercepat waktu loading, mengurangi beban server, dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Proses Load Balancing

3. Load Balancing

Saat website mengalami lonjakan trafik, fitur ini akan menyebarkan permintaan pengguna ke beberapa server. Server web akan memutuskan ke server mana permintaan tersebut akan dialihkan. Hal ini membuat website dapat memberikan performa yang tetap stabil. 

4. Server-Side Scripting Support

Beberapa server web mendukung server-side scripting supaya bisa menjalankan logika backend–seperti pengecekan login atau proses transaksi. Selain itu, fitur ini juga membantu menjalankan kode skrip terlebih dahulu sebelum menampilkan konten-konten yang dinamik dan interaktif.

5. Logging dan Monitoring

Server web mampu mencatat semua aktivitas pengguna, kesalahan yang terjadi, hingga informasi sistem lainnya. Fitur ini penting untuk proses audit, troubleshooting, dan analisis performa dalam bisnis.

6. Security Modules

Beberapa modul keamanan seperti mod_security di Apache membantu memfilter request mencurigakan, mencegah serangan XSS atau DDoS, dan lain-lainnya. Anda juga dapat mengkonfigurasi server web agar tidak mudah disusupi oleh hacker.

Jenis-jenis Server Web Populer

Dari banyaknya pilihan server web, terdapat beberapa jenis server web yang menjadi andalan orang-orang. Dengan memahami perbedaan dan keunggulan di antara mereka, Anda bisa mengetahui mana jenis server yang cocok dengan kebutuhan Anda!

1. Apache HTTP Server

Apache adalah server web open source yang sangat fleksibel dan sudah digunakan sejak lama. Server ini mendukung berbagai sistem operasi dan bahasa pemrograman–seperti PHP. Ini membuatnya cocok untuk kebutuhan skala kecil maupun besar.

2. Nginx

Nginx dikenal sebagai server web yang ringan, cepat, dan sangat cocok untuk menangani trafik tinggi. Selain itu, Nginx juga banyak digunakan sebagai reverse proxy dan load balancer. Server ini umumnya digunakan oleh perusahaan skala tinggi karena menawarkan efisiensi resource.

3. IIS (Internet Information Services)

Server yang dikembangkan oleh Microsoft ini sangat cocok untuk website berbasis Windows dan .NET. Adanya fitur integrasi dengan Active Directory dan Windows Server membuatnya menjadi pilihan utama di lingkungan enterprise. Selain itu, IIS juga cenderung mudah digunakan  dan Anda dapat memanfaatkan dukungan resmi yang disediakan Microsoft.

4. Lighttpd

Lighttpd merupakan server web ringan dan hemat memori sehingga cocok untuk embedded system atau perangkat IoT. Meski ringan, fiturnya cukup lengkap untuk kebutuhan web dasar. Gunakan server ini jika Anda menginginkan pilihan yang efisien untuk perangkat kecil.

5. Caddy

Jenis server web yang terakhir adalah Caddy, server web modern yang mendukung HTTPS otomatis, konfigurasi sederhana, dan manajemen sertifikat otomatis. Server ini sangat cocok jika Anda mencari server yang mudah dikonfigurasi dengan fitur keamanan yang out-of-the-box

Cara Kerja Server Web

Cara Kerja Server Web

Bagaimana cara kerja sebuah server web? Selain prosesnya cukup menarik, Anda bisa langsung memahaminya meskipun tidak memiliki latar belakang teknis.

1. User Mengakses Website Melalui Browser

Pertama, Anda akan memasukkan URL website di bagian address bar. Browser Anda pun menyiapkan request untuk dikirim ke alamat server tujuan.

2. Browser Mengirimkan Request ke Server Web

Permintaan Anda dikemas dalam protokol HTTP/HTTPS lalu dikirim melalui internet. Di ujung sana, server dari website tersebut akan mendengarkan port 80 atau 443 untuk bisa menerima request.

3. Server Web Memproses Request

Server akan membaca URL dan memetakannya ke file atau aplikasi backend. Setelah itu, server melakukan eksekusi bila diperlukan. Jika perlu data, ia juga akan meng-query database terlebih dahulu.

4. Server Web Mengirimkan Kembali Data ke Browser

Setelah selesai mempersiapkan konten—baik statis maupun dinamis—server membungkusnya dalam HTTP response lalu mengirimkan kembali kepada browser Anda.

5. Browser Menampilkan Konten Sesuai Respon

Terakhir, browser Anda menerima paket data, merender HTML, menampilkan gambar, menjalankan skrip, hingga akhirnya website menyajikan halaman yang sempurna. Di tahap ini, Anda dapat bebas mengeksplorasi halaman website tersebut sesuai kebutuhan!

Pelajari Dunia IT Lebih dalam Bersama Coding Studio!

Itulah penjelasan singkat tentang konsep server web. Melalui artikel ini, Anda sudah tahu  bahwa server web adalah komponen yang penting dalam memastikan pengalaman Anda ketika berselancar di internet.

Dengan pemahaman ini–mulai dari pengertian hingga cara kerjanya–Anda telah siap melangkah lebih jauh dalam dunia website development.

Tertarik belajar lebih banyak lagi tentang website development? Yuk segera daftarkan diri Anda dalam kelas flexy dari Coding Studio! Kami menyediakan learning path lengkap yang cocok untuk Anda yang ingin belajar dari dasar hingga mahir.

Materi yang tersedia juga beraneka ragam. Anda bisa memilih yang mendasar dahulu seperti fundamental Excel atau langsung ke kursus yang lebih menantang seperti membuat game 2D dan 3D.

Jika masih kesulitan untuk memilih, tidak perlu khawatir. Kini, Coding Studio menyediakan subscription bulanan dengan bonus yang tak kalah menarik! 

Kunjungi halaman utama website kami dan pilihlah kelas sesuai minat dan kebutuhan Anda!