Apakah kamu berkeinginan menjadi seorang data analyst profesional? Salah satu cara terbaik untuk menunjang kemampuanmu adalah dengan mengikuti program sertifikasi data analyst.

Selain menjadi bukti keahlian, sertifikasi data analyst ini juga membuka peluang karir yang terus berkembang, baik di Indonesia maupun secara global.

Sebelum memutuskan mengikuti program ini, mari kita pelajari pengertian, contoh sertifikasi data analyst terpopuler, hingga tips memilihnya dengan tepat!

Apa Itu Sertifikasi Data Analyst?

Apa Itu Sertifikasi Data Analyst

Sertifikasi data analyst adalah bukti kompetensi resmi di bidang analisis data yang diberikan oleh lembaga berwenang.

Sertifikasi ini menunjukkan bahwa kamu memiliki keterampilan teknis, metodologi, dan kemampuan analisis yang terstandarisasi.

Di Indonesia, sertifikasi profesi biasanya dikeluarkan oleh lembaga resmi seperti BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Sementara secara global, ada banyak lembaga ternama yang menyediakan sertifikasi data analyst dengan kurikulum internasional–misalnya Google, IBM, Microsoft, Meta, dan CompTIA.

Baca juga: 5 Tips Membuat Portofolio Data Analyst yang Disukai Rekruter

Contoh Sertifikasi Data Analyst Terpopuler

Ada banyak pilihan sertifikasi yang bisa kamu ambil, baik dari lembaga nasional maupun internasional. Masing-masing memiliki fokus, keunggulan, dan manfaatnya yang berbeda.

1. Certified Data Analyst (CDA) BNSP

Certified Data Analyst (CDA) BNSP

Sumber: Arkademi

Ini merupakan sertifikasi resmi tingkat nasional yang menilai kemampuan analisis data sesuai standar kompetensi kerja di Indonesia.

Materinya mencakup pengumpulan, pengolahan, hingga visualisasi data. Dengan sertifikat ini, kamu bisa meyakinkan perusahaan tentang kualitas keahlian yang dimiliki.

2. Google Data Analytics Certificate

Sertifikasi ini tersedia melalui beberapa platform, seperti Coursera dan Grow With Google yang dirancang untuk pemula hingga tingkat intermediate.

Program ini fokus pada keterampilan praktis yang kamu miliki, seperti pembersihan data, visualisasi, hingga storytelling dengan data.

Program sertifikasi ini memiliki kurikulum yang dirancang sesuai dengan kebutuhan industri terkini.

3. Microsoft Certified: Data Analyst Associate

Microsoft Certified: Data Analyst Associate

Sumber: Medium

Selanjutnya adalah sertifikasi data analyst yang dihadirkan oleh Microsoft. Kamu bisa mendapatkannya jika ingin menguasai Power BI, sebuah alat visualisasi data.

Sertifikat ini membuktikan kemampuanmu dalam mengelola data, membuat laporan interaktif, dan mendukung pengambilan keputusan perusahaan.

4. IBM Data Analyst Professional Certificate

Tak hanya Google dan Microsoft, ada juga sertifikasi online yang dihadirkan oleh IBM. Materinya mencakup Python, SQL, Excel, hingga visualisasi data dengan IBM Cognos. 

Sertifikasi ini cocok jika kamu ingin menguasai berbagai tool sekaligus memperluas wawasan teknis analisis data.

5. Tableau Desktop Specialist

Tableau Desktop Specialist

Sumber: LinkedIn

Sertifikasi ini lebih fokus untuk penguasaan alat visualisasi Tableau. Di sini, kamu akan diuji untuk membuat dashboard interaktif dan analisis data yang mudah dipahami.

Tableau banyak digunakan di perusahaan besar dan melengkapi skill visualisasi data yang sangat diminati.

6. SAS Certified Specialist: Visual Business Analytics

Sertifikat ini menekankan pada kemampuan menggunakan perangkat SAS untuk analisis data visual dan solusi bisnis. Dokumen ini Ideal jika kamu bekerja di industri yang mengandalkan data besar dan analitik tingkat lanjut.

7. Certified Analytics Professional (CAP)

Certified Analytics Professional (CAP)

Sumber: Certified Analytics Professional

Terakhir adalah sertifikasi CAP, sebuah standar global untuk data analyst profesional yang memiliki pengalaman dan kemampuan tingkat lanjut dalam analisis data.

Program ini akan menguji teknik statistik, pemodelan, dan interpretation data untuk pengambilan keputusan pada bisnis.

Manfaat Sertifikasi Data Analyst

Selain menambah nilai di CV, sertifikasi data analyst juga banyak memberi banyak keuntungan dalam pengembangan karir.

  1. Meningkatkan Kredibilitas Profesional: Sertifikasi dapat membuktikan keterampilan analisis data sesuai standar industri. Dokumen ini juga memperluas peluang kariermu, termasuk kesempatan naik jabatan.
  2. Meningkatkan Kepercayaan Perusahaan dan Klien: Perusahaan akan jauh lebih yakin pada tenaga kerja bersertifikat karena dianggap kompeten. Perusahaan dapat mengambil keputusan berbasis data yang lebih akurat.
  3. Mendukung Pengembangan Skill dan Knowledge: Biasanya, sertifikasi dilengkapi materi yang terstruktur, praktis, dan selalu diperbarui. Ini membuatmu bisa mengikuti perkembangan teknologi terbaru di bidang ini.

Baca juga: 7 Cara Jadi Data Analyst Tanpa Background IT versi Coding Studio

Proses Mendapatkan Sertifikasi Data Analyst

Untuk bisa mendapatkan sertifikasi, ada tahapan yang perlu dipersiapkan dengan matang, mulai dari persyaratan hingga menentukan jenisnya.

1. Memenuhi Persyaratan Peserta

Dalam setiap uji sertifikasi, kamu perlu memiliki latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja di bidang data. Selain itu, ada juga pelatihan pra-sertifikasi dan ujian kompetensi yang wajib ditempuh.

2. Mempelajari Kurikulum dan Unit Kompetensi

Kurikulum yang diuji biasanya mencakup pengumpulan data, eksplorasi, analisis, hingga visualisasi dengan berbagai alat. Penilaiannya dilakukan melalui ujian teori dan praktik nyata.

3. Menentukan Jenis Sertifikasi

Pilihlah sertifikasi sesuai levelmu, mulai dari dasar hingga lanjutan. Sesuaikan juga apakah kamu ingin mengikuti program sertifikasi nasional seperti BNSP atau internasional dari lembaga global.

Tips Memilih Sertifikasi Data Analyst yang Tepat

Dari banyaknya pilihan contoh sertifikasi data analyst, sebaiknya kamu perlu lebih selektif sebelum menentukan sertifikasi mana yang paling cocok.

1. Sesuaikan dengan Tujuan Karir

Pastikan untuk memilih sertifikasi yang diakui oleh industri dan relevan dengan posisi karier yang ingin dicapai. Misalnya, pilihlah sertifikasi internasional jika ingin bekerja di perusahaan multinasional, pilih sertifikasi internasional.

2. Perhatikan Legalitas dan Reputasi Penyelenggara

Utamakan memilih sertifikasi resmi dari lembaga yang kredibel supaya keahlianmu lebih mudah dipercaya. Memilih sertifikasi dari lembaga tidak jelas justru bisa merugikan kariermu secara keseluruhan.

3. Pertimbangkan Biaya dan Waktu Pelatihan

Terakhir, sesuaikan pilihan dengan anggaran dan waktu luangmu. Ingatlah bahwa beberapa sertifikasi bisa memakan biaya cukup besar. Untuk itu, hitunglah juga manfaat jangka panjangnya!

Siapkah Menjadi Data Analyst Profesional?

Sertifikasi bukan sekadar kertas, melainkan bukti nyata keahlianmu di bidang analitik. Setiap sertifikasi data analyst di atas–baik nasional maupun global–punya keunggulannya. Pilihlah mana yang paling sesuai dengan tujuan karir.

Mau lebih siap menghadapi ujian sertifikasi? Yuk, ikuti kursus data analyst dari Coding Studio! Dalam kelas ini, kamu akan mempelajari dasar visualisasi, seperti menggunakan Matplotlib, mempresentasikan visual data dengan grafik, komponen visualisasi, hingga membuat alur data.

Berkat pendekatan praktis dan berbasis proyek nyata, kamu bisa memahami pola data, menghasilkan insight bernilai, serta menyusun portofolio profesional untuk berkarier sebagai data analyst.

Sudah cukup tertarik? Yuk, klik tautan di atas dan mulai langkah awalmu untuk menjadi data analyst handal bersama kami!