Ketika menggunakan Excel, pernahkah kesulitan untuk mencari dimana letak data yang kita butuhkan dalam tabel?
Selain fitur find, Excel juga menyediakan fungsi MATCH yang lebih presisi. Tidak semua pengguna Excel mengetahui kehadiran fitur ini, apalagi cara menggunakannya.
Agar kamu bisa mengolah data dengan lebih rapi, dinamis, dan profesional, mari pelajari bersama pengertian, manfaat, hingga contoh penggunaan fungsi MATCH pada Excel!
Apa Itu Fungsi MATCH pada Excel?

Fungsi MATCH pada Excel adalah rumus yang digunakan untuk mencari posisi relatif suatu nilai dalam sebuah range data dan mengembalikan posisi tersebut sebagai angka.
Match sering digabungkan dengan INDEX untuk mencari data secara lebih fleksibel dan lebih stabil terhadap perubahan struktur tabel.
Perbedaan MATCH dengan Fungsi Pencarian Lain
Berikut tabel sederhana sehingga kamu bisa memahami perbedaan MATCH dengan fungsi pencarian Excel lainnya:
| Fungsi | Hasil yang Dikembalikan | Kegunaan Utama |
| MATCH | Posisi data | Menentukan indeks data |
| VLOOKUP | Nilai data | Pencarian vertikal |
| HLOOKUP | Nilai data | Pencarian horizontal |
| INDEX | Nilai data | Mengambil data berdasarkan posisi |
Baca juga: 5 Perbedaan Vlookup dan Hlookup dalam Excel yang Harus Diketahui
Manfaat Utama Fungsi MATCH pada Excel
Mengapa rumus MATCH sering digunakan untuk keperluan pengolahan data profesional? Bukan sekadar rumus pencarian biasa, fungsi ini menjadi pondasi untuk beberapa analisis lanjutan di Excel.
1. Mencari Posisi Suatu Nilai dalam Range Data
Dengan MATCH, kamu bisa mengetahui posisi suatu nilai tanpa harus menghitung baris atau kolom secara manual. Ini sangat berguna saat kamu perlu mencari data dari tabel yang panjang atau besar.
Dengan mengetahui posisi data, kamu bisa menggunakannya kembali dalam rumus lain–seperti INDEX.
2. Membantu Pencarian Data yang Bersifat Dinamis

Salah satu keunggulan fungsi MATCH pada Excel adalah adaptif terhadap perubahan data secara otomatis.
Jika urutan data berubah, hasil MATCH akan menyesuaikan sendiri sehingga kamu tidak perlu mengedit rumus secara manual.
3. Mendukung Rumus Excel Lanjutan seperti INDEX
MATCH sering dikombinasikan dengan INDEX yang mendukung pencarian data powerful dibanding VLOOKUP.
Dengan kombinasi ini, kamu bisa melakukan pencarian data ke segala arah, baik vertikal maupun horizontal.
Baca juga: Fungsi Index dan Match Di Microsoft Excel
Kapan Sebaiknya Menggunakan Fungsi MATCH di Excel?
Berikut adalah beberapa situasi yang tepat jika kamu ingin menggunakan fungsi MATCH pada Excel, yaitu ketika bekerja dengan data yang besar, memiliki data yang sering berubah, atau kebutuhan laporan dan analisis dinamis.

- Saat Bekerja dengan Data yang Besar dan Terus Bertambah: Fungsi ini cocok digunakan ketika kamu perlu mengecek posisi data dalam tabel yang panjang.
- Ketika Data Sering Berubah atau Diurutkan Ulang: MATCH tetap menyesuaikan hasil pencariannya, meskipun urutan datamu berulang.
- Untuk Laporan dan Analisis yang Bersifat Dinamis: Fungsi MATCH sangat berguna dalam laporan bulanan, data karyawan, atau nilai siswa yang terus diperbarui.
Jenis Pencocokan pada Fungsi MATCH
MATCH menawarkan beberapa jenis pencocokan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan data. Mari pahami jenis-jenis ini supaya kamu bisa mendapatkan hasil pencarian yang tepat.

1. Exact Match (match_type = 0)
Gunakan exact match digunakan ketika kamu ingin mencari nilai yang benar-benar sama dengan data yang ada di range.
Jika data tidak ditemukan, Excel akan menampilkan error. Jenis MATCH ini paling sering digunakan karena hasilnya paling akurat.
2. Approximate Match Naik (match_type = 1)
Jenis ini digunakan untuk mencari nilai terdekat yang lebih kecil atau sama dengan nilai pencarian. Biasanya pencocokan ini digunakan dalam penilaian skala atau rentang nilai.
Namun, kamu harus mengurutkan data secara ascending supaya hasilnya tepat. Jika urutan data tidak sesuai, hasilnya bisa keliru.
3. Approximate Match Turun (match_type = -1)
Kebalikan dari match_type 1, tipe ini mencari nilai terdekat yang lebih besar atau sama. Selain itu, kamu juga harus mengurutkan data secara descending agar fungsi ini bisa bekerja optimal. Meskipun jarang digunakan, jenis ini tetap berguna untuk kebutuhan analisis tertentu.
Contoh Penggunaan Fungsi MATCH pada Excel
Untuk meningkatkan pemahamanmu, mari lihat beberapa contoh penggunaan fungsi MATCH pada Excel!

1. Contoh MATCH untuk Data Teks
Misal, kamu ingin mengetahui posisi karyawan dengan nama “Budi” dalam daftar ini. Untuk menemukannya, kamu bisa menggunakan rumus =MATCH(“Budi”, A2:A10, 0) sehingga Excel otomatis menampilkan posisi “Budi” di dalam range.
2. Contoh MATCH untuk Data Angka
Kamu bisa mencari posisi nilai atau harga tertentu dalam sebuah tabel. Misalnya adalah rumus =MATCH(85, B2:B10, 0) untuk mencari posisi nilai 85 dalam kolom nilai. Hasilnya berupa angka urutannya, bukan nilai itu sendiri.
3. Contoh MATCH pada Tabel Vertikal dan Horizontal
Kamu juga bisa menggunakan fungsi MATCH ini secara horizontal. Contohnya adalah rumus =MATCH(“Maret”, B1:E1, 0) yang bisa digunakan pada tabel laporan bulanan.
Dengan MATCH, kamu bisa menentukan indeks kolom sebelum mengambil datanya menggunakan INDEX.
Kuasai MATCH dan Tingkatkan Skill Excel-mu!
Itulah penjelasan tentang pengertian, manfaat, dan contoh penggunaan fungsi MATCH pada Excel. Dengan menguasai rumusnya, kamu bisa mengolah dan menganalisis data dengan lebih percaya diri!
Ingin tau lebih banyak tentang Excel? Pertimbangkan untuk mengikuti kursus Excel dari Coding Studio! Di sini, kamu akan belajar tentang fundamental Excel, mulai dari kegunaan, atribut, rumus-rumus, hingga studi kasus nyata dalam dunia kerja!
Selain itu, kamu juga akan menerima sertifikat dengan tiga jenis tingkatan grade, sesuai dengan tingkat pemahaman dalam mengerjakannya.
Yuk, tingkatkan skill Excel-mu untuk kerja yang produktif!