Apakah Anda pernah memiliki banyak data namun tetap kesulitan mengambil keputusan yang tepat?
Sering kali, masalahnya bukan pada jumlah data, melainkan pada cara menganalisisnya. Tanpa metode analisis yang tepat, data hanya menjadi angka tanpa makna.
Selain mengetahui bagaimana cara menganalisisnya, Anda juga perlu memahami apa jenis analisis data yang digunakan untuk menghasilkan insight yang benar-benar berdampak untuk bisnis.
Jenis Analisis Data yang Wajib Diketahui
Setiap data memiliki tujuan analisis yang berbeda. Sebagai contohnya, berikut adalah empat jenis analisis data yang dapat Anda gunakan, yaitu descriptive, diagnostic, predictive, dan prescriptive.
1. Descriptive

Descriptive analysis digunakan untuk menggambarkan kondisi data berdasarkan kejadian yang telah terjadi. Dengan jenis ini, Anda dapat melihat data berupa total penjualan, jumlah pelanggan, atau performa bisnis dalam periode tertentu.
2. Diagnostic

Diagnostic analysis fokus untuk mencari alasan di balik suatu kejadian dalam data. Anda tidak hanya melihat apa yang terjadi, tetapi juga memahami faktor penyebabnya secara mendalam.
3. Predictive

Dengan model statistik atau machine learning, predictive analysis membantu memprediksi kemungkinan di masa depan berdasarkan data historis bisnis. Hasilnya membantu Anda merencanakan strategi secara lebih proaktif.
4. Prescriptive

Jenis analisis data terakhir adalah prescriptive analysis, yaitu analisis yang dilakukan untuk memprediksi dan merekomendasikan tindakan terbaik. Tindakan ini diambil berdasarkan berbagai kemungkinan sehingga Anda bisa membuat keputusan yang lebih optimal.
Perbedaan Antar Jenis Analisis Data
Berikut adalah tabel perbandingan singkat untuk memudahkan Anda memahami perbedaan setiap jenis analisis data di atas.
| Aspek | Descriptive | Diagnostic | Predictive | Prescriptive |
| Tujuan | Mengetahui apa yang terjadi | Mengetahui penyebab | Memprediksi masa depan | Menentukan tindakan |
| Pertanyaan | What happened? | Why did it happen? | What will happen? | What should we do? |
| Fokus Waktu | Masa lalu | Masa lalu | Masa depan | Masa depan |
| Kompleksitas | Rendah | Menengah | Tinggi | Sangat tinggi |
| Output | Laporan & summary | Insight penyebab | Prediksi | Rekomendasi aksi |
Contoh Penggunaan Jenis Analisis Data
Setiap jenis analisis memiliki peran berbeda dalam proses pengambilan keputusan. Mari kita simak beberapa contoh penggunaannya masing-masing.
1. Descriptive untuk Melihat Laporan Penjualan
Descriptive analysis digunakan untuk menilai performa penjualan dalam periode tertentu sehingga Anda bisa mengetahui produk terlaris dan tren penjualan yang berlangsung.
2. Diagnostic untuk Mencari Penyebab Penurunan
Diagnostic analysis membantu mengidentifikasi penyebab penurunan penjualan, misalnya karena harga, kompetitor, atau perubahan perilaku pelanggan.
3. Predictive untuk Memprediksi Tren Berikutnya
Anda dapat menggunakan predictive analysis untuk memperkirakan tren penjualan di masa depan. Hasilnya, Anda dapat merencanakan strategi bisnis secara lebih matang.
Baca juga: 5 Cara Membaca Trendline di Excel untuk Analisis Data
4. Prescriptive untuk Menentukan Strategi Bisnis
Contoh terakhir adalah prescriptive analysis yang merekomendasikan tindakan berdasarkan hasil analisis sebelumnya. Dengan pendekatan ini, Anda bisa mengambil keputusan secara lebih terarah dan berbasis data.
Kesalahan Umum dalam Memilih Jenis Analisis Data
Banyak orang melakukan analisis tanpa strategi yang jelas sehingga hasilnya kurang optimal. Untuk menghindarinya, mari kenali beberapa kesalahan umum yang dilakukan berikut:
- Menggunakan Descriptive Padahal Butuh Insight Mendalam: Banyak orang yang hanya menggunakan descriptive analysis. Akibatnya, mereka sulit menentukan tindakan selanjutnya dengan jelas.
- Tidak Memahami Tujuan Analisis Sejak Awal: Kesalahan umum lainnya adalah menganalisis tanpa tujuan yang jelas. Setiap jenis analisis data memiliki fungsi berbeda sehingga Anda bisa mendapatkan hasil yang kurangĀ relevan.
- Mengabaikan Kualitas Data: Analisis tidak akan akurat jika data yang digunakan bermasalah, seperti data yang belum bersih atau belum lengkap.
Cara Memilih Jenis Analisis Data yang Tepat
Dengan memilih pendekatan yang tepat, Anda dapat memperoleh insight yang lebih relevan dari data. Mari ikuti langkah-langkah berikut untuk memilih jenis analisis data yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
1. Gunakan Descriptive Jika Ingin Tahu Apa yang Terjadi
Gunakan descriptive analysis untuk memahami kondisi data saat ini atau masa lalu. Pendekatan ini cocok untuk membuat laporan dan memantau performa serta menjadi langkah awal dalam proses analisis data.
2. Gunakan Diagnostic Jika Ingin Tahu Penyebab

Jika Anda ingin mengetahui alasan di balik suatu masalah, gunakan diagnostic analysis. Pendekatan ini membantu menggali hubungan antar data secara lebih mendalam dan menemukan solusi yang tepat.
3. Gunakan Predictive Jika Ingin Tahu Masa Depan
Gunakan predictive analysis untuk memprediksi kemungkinan yang akan terjadi sehingga cocok untuk perencanaan bisnis jangka panjang dan mempersiapkan diri dalam menghadapi risiko.
4. Gunakan Prescriptive Jika Ingin Menentukan Tindakan

Jenis prescriptive analysis lebih cocok digunakan ketika Anda membutuhkan rekomendasi keputusan. Pendekatan ini membantu menentukan strategi terbaik sehingga Anda bisa mengambil keputusan secara lebih efektif dan berbasis data.
Saatnya Memahami Data dengan Lebih Strategis!
Itulah 4 jenis analisis data yang bisa Anda gunakan untuk menghasilkan insight yang berguna bagi bisnis. Dari descriptive hingga prescriptive, setiap pendekatan berperan penting dalam mengubah data menjadi insight yang bernilai.
Setelah mengetahui jenis analisis data yang tepat, Anda juga harus tahu bagaimana cara menganalisisnya dengan efisien.
Untuk meningkatkan efisiensi di bidang analisis data, mari daftarkan diri Anda dalam kursus AI Data Analytics dari Coding Studio.
Dalam program ini, Anda akan belajar mengimplementasikan AI dalam data analytics secara bertahap, mulai dari pembuatan hipotesis dan analisis hingga pembuatan laporan BI otomatis.
Anda juga akan mempelajari studi kasus nyata untuk membangun portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri.
Mulai sekarang, mari kembangkan keterampilan data analytics Anda bersama Coding Studio.