Banyak analisis data terlihat rapi dan lengkap, tetapi tidak benar-benar membantu pengambilan keputusan.
Masalahnya sering bukan pada tools atau jumlah data, melainkan pada cara mendefinisikan masalah sejak awal. Ketika arah analisis tidak tepat, hasilnya hanya menjadi angka tanpa makna.
Oleh karena itu, Anda perlu melakukan problem framing dalam data analytics agar analisis Anda benar-benar menghasilkan insight yang relevan.
Apa Itu Problem Framing dalam Data Analytics?

Problem framing dalam data analytics adalah proses mendefinisikan dan memahami masalah sebelum memulai analisis data.
Tahap ini membantu Anda menentukan apa yang sebenarnya ingin dicari dari data, bukan sekadar mengolahnya.
Dengan problem framing yang tepat, proses analisis yang dijalankan menjadi lebih fokus, terarah, dan menghasilkan insight yang relevan.
Tujuan Problem Framing dalam Analisis Data
Sebelum mulai menganalisis data, Anda perlu memahami mengapa tahap ini sangat penting dalam keseluruhan proses.
Berikut adalah beberapa tujuan dilakukannya problem framing:
1. Menentukan Arah Analisis
Problem framing membantu Anda menetapkan tujuan yang jelas sejak awal sehingga proses analisis menjadi lebih efisien dan tidak melebar ke hal yang tidak penting.
2. Memahami Masalah Sebenarnya

Seringkali, masalah yang terlihat di permukaan bukanlah akar masalahnya. Dengan framing yang tepat, Anda bisa menggali penyebabnya secara lebih dalam.
3. Menghindari Analisis yang Salah
Tanpa problem framing, Anda akan berisiko menganalisis hal yang tidak relevan. Hal ini dapat menghasilkan insight yang menyesatkan.
Baca juga: 5 Cara Menggunakan AI untuk Analisis Data Lebih Cepat
4. Membantu Fokus pada Data Relevan

Problem framing membantu Anda memilih data yang benar-benar dibutuhkan sehingga proses analisis menjadi lebih efektif.
5. Menghasilkan Insight yang Tepat
Dengan arah yang jelas, hasil analisis akan lebih mudah digunakan untuk pengambilan keputusan. Insight yang dihasilkan pun menjadi lebih bernilai.
Peran AI dalam Proses Problem Framing
Jika digunakan dengan tepat, AI dapat membantu mempercepat dan mempertajam proses problem framing.
1. Membantu Mengidentifikasi Pola Awal
AI dapat membaca data dan menemukan pola yang mungkin tidak langsung terlihat oleh manusia. Dari pola tersebut, Anda bisa mulai memahami masalah yang sebenarnya.
2. Membantu Menghasilkan Pertanyaan Analisis
AI dapat memberikan berbagai kemungkinan pertanyaan berdasarkan data yang ada sehingga Anda bisa melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
3. Membantu Memvalidasi Arah Masalah
AI dapat membantu mengecek apakah masalah yang Anda tentukan sesuai dengan data? Hal ini mengurangi risiko kesalahan arah analisis.
Cara Melakukan Problem Framing dengan AI
Mari ikuti langkah terstruktur di bawah ini untuk melakukan problem framing dalam data analytics secara maksimal.
1. Pahami Konteks Masalah

Pahamilah kondisi bisnis atau situasi yang sedang terjadi dengan cara menggunakan AI untuk merangkum data atau informasi awal. Dengan konteks yang jelas, Anda tidak akan salah menganalisis.
2. Tentukan Tujuan Analisis
Anda perlu mengetahui apa yang ingin dicapai dari analisis tersebut. Gunakanlah AI untuk membantu merumuskan tujuan yang lebih spesifik sebagai panduan untuk proses selanjutnya.
3. Gunakan Pertanyaan yang Jelas

Gunakan AI untuk pertanyaan yang spesifik dan terukur. Pertanyaan yang baik akan menghasilkan insight yang lebih relevan dan mempermudah proses analisis.
Baca juga: 5 Cara Membuat Pertanyaan SMART untuk Data Analytics
4. Identifikasi Data yang Dibutuhkan
AI dapat membantu mengidentifikasi variabel yang relevan untuk menjawab pertanyaan Anda. Dengan data yang tepat, Anda bisa mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat.
5. Validasi Masalah dengan Data

Terakhir, lihatlah apakah masalah yang Anda definisikan benar-benar didukung oleh data? Gunakan AI untuk membantu memeriksa konsistensi data dan memastikan hasil analisis dapat dipercaya.
Contoh Problem Framing dalam Data Analytics
Agar lebih mudah dipahami, berikut kami sajikan beberapa contoh penerapan dalam situasi nyata:
1. Penurunan Penjualan dari Data
Alih-alih langsung menganalisis penjualan, Anda perlu bertanya mengapa penurunan penjualan terjadi. Dengan problem framing, Anda dapat fokus pada faktor seperti harga, produk, atau promosi.
2. Tingginya Churn Pelanggan
Masalah tidak hanya pada jumlah pelanggan yang keluar, tetapi penyebabnya.
Anda perlu membingkai apakah masalah ini terjadi karena faktor layanan, harga, atau pengalaman pengguna? Mengetahui penyebabnya akan mempermudah Anda untuk menemukan solusi yang tepat.
3. Performa Marketing Menurun
Daripada melihat angka performa saja, Anda perlu memahami penyebabnya. Problem framing membantu mengarahkan analisis ke channel atau campaign tertentu untuk mendapatkan insight yang lebih spesifik.
4. Produk Tidak Laku di Pasar
Masalah bisa berasal dari harga, target market, atau positioning produk. Dengan framing yang tepat, Anda bisa fokus pada faktor yang paling berpengaruh.
5. Trafik Website Menurun
Anda perlu menentukan apakah penurunan terjadi karena SEO, iklan, atau konten? Problem framing membantu mempersempit fokus analisis dan mempermudah proses evaluasi.
Saatnya Mulai Analisis Data dengan Arah yang Jelas
Kesimpulannya, problem framing dalam data analytics akan membantu menghindari kesalahan analisis sejak awal dan menghasilkan Insight yang benar-benar berguna.
Dengan bantuan AI, proses ini menjadi lebih cepat, tetapi tetap membutuhkan pemahaman dan logika yang tepat dari Anda.
Untuk belajar cara menggunakan AI untuk mencari permasalahan yang ada dalam data, daftarkan diri Anda dalam kursus AI Data Analytics dari Coding Studio.
Dengan dukungan mentor profesional, Anda akan mempelajari cara memanfaatkan AI untuk proses pembersihan data, analisis, hingga visualisasinya dengan Excel, Python, atau tools BI lainnya.
Pelajari cara melakukan proses analisis data dengan efisien bersama Coding Studio!