Apakah Anda ingin meningkatkan skill karyawan, tetapi kesulitan dalam menentukan jenis training yang paling tepat?

Dari berbagai jenis program pelatihan, Anda bisa saja mengadakan training khusus untuk tim internal–atau yang dikenal dengan in-house training–atau mendaftarkan mereka ke program yang terbuka untuk umum.

Tanpa memahami perbedaan antara in-house training dan public training ini, Anda berisiko memilih program training yang kurang efektif dan tidak memberikan dampak maksimal bagi bisnis.

Pengertian In-House Training

In-house training adalah program pelatihan yang dirancang khusus untuk karyawan dalam satu perusahaan atau organisasi.

Materi, contoh kasus, dan metode pembelajaran biasanya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan operasional perusahaan. Training ini dapat dilakukan secara offline di kantor maupun online melalui platform digital.

Pengertian Public Training

Public training adalah program pelatihan yang terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh peserta dari berbagai perusahaan atau individu.

Materi yang diberikan biasanya bersifat umum dan relevan untuk berbagai industri, seperti digital skill, manajemen, atau teknologi dan jadwalnya ditentukan oleh pihak penyelenggara.

Perbedaan In-House Training dan Public Training

Perbedaan antara in-house training ini dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu peserta, materi, fleksibilitas, jadwal, fokus pembelajaran, interaksi peserta, dan biayanya.

1. Peserta

Peserta in-house training umumnya berasal dari satu perusahaan atau organisasi yang sama sehingga bisa fokus pada kebutuhan internal dan mempermudah penyelarasan tujuan pembelajaran.

Sebaliknya, public training dapat diikuti oleh peserta dari berbagai perusahaan atau individu dengan latar belakang yang berbeda. Kondisi ini membuat materi biasanya tidak spesifik pada satu organisasi tertentu.

2. Materi

Aspek Materi

Materi in-house training dirancang khusus sesuai kebutuhan bisnis–termasuk studi kasus yang relevan dengan operasional perusahaan–sehingga peserta dapat langsung mempraktekannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Sementara itu, public training menggunakan materi yang bersifat umum dan dapat diterapkan di berbagai industri, meskipun tidak sepenuhnya sesuai dengan tantangan yang ditemui dalam perusahaan Anda.

Baca juga: Jenis-Jenis Materi Training untuk Karyawan yang Dapat Dipilih

3. Fleksibilitas

In-house training  cenderung lebih fleksibel karena Anda dapat menentukan topik, metode, dan durasi pelatihan sepenuhnya agar selaras dengan tujuan bisnis dan level peserta.

Sebaliknya, public training memiliki kurikulum yang sudah ditentukan oleh penyelenggara. Peserta mengikuti materi sesuai struktur yang telah disiapkan sebelumnya.

4. Jadwal Pelaksanaan

Aspek Jadwal Pelaksanaan

Anda dapat mengatur sendiri jadwal pelaksanaan in-house training sesuai ketersediaan tim dan operasional perusahaan agar tidak mengganggu aktivitas kerja sehari-hari.

Sementara itu, public training memiliki jadwal tetap yang harus diikuti peserta. Ini mengharuskan karyawan untuk menyesuaikan waktunya dengan jadwal yang tersedia.

5. Fokus Pembelajaran

Perbedaan in-house training dan public training selanjutnya adalah fokus pembelajarannya. In-house memiliki fokus yang lebih spesifik karena dirancang untuk mendukung kebutuhan dan target perusahaan.

Sebaliknya, public training memiliki fokus yang lebih luas agar relevan bagi semua peserta. Maka dari itu, materinya bersifat general dan tidak selalu membahas kebutuhan khusus perusahaan tertentu.

6. Interaksi Peserta

Aspek Interaksi Peserta

Dalam in-house training, peserta dapat mendiskusikan masalah nyata yang terjadi di perusahaan mereka. Ini mempermudah trainer untuk memberikan solusi yang lebih relevan dan aplikatif.

Berbeda halnya pada public training, di mana diskusi biasanya mencakup berbagai perspektif dari peserta yang berbeda. Meskipun memperkaya wawasan, pertanyaan yang ditujukan tidak selalu fokus pada satu konteks organisasi.

7. Biaya

Biaya pengeluaran untuk kebutuhan in-house training cenderung lebih efisien jika jumlah peserta banyaks. Selain itu, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya perjalanan atau akomodasi tambahan.

Sebaliknya, public training biasanya memiliki biaya per peserta. Maka dari itu, jenis training ini lebih cocok untuk diikuti beberapa karyawan yang membutuhkan pelatihan tertentu.

Tabel Perbedaan In-house Training dan Public Training

Aspek In-House Training Public Training
Peserta Karyawan dari satu perusahaan Peserta dari berbagai perusahaan
Materi Disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Bersifat umum
Fleksibilitas Dapat disesuaikan sepenuhnya Mengikuti kurikulum penyelenggara
Jadwal Fleksibel sesuai perusahaan Jadwal sudah ditentukan
Fokus Spesifik pada kebutuhan internal Umum untuk berbagai industri
Interaksi Fokus pada kasus internal perusahaan Diskusi dari berbagai perspektif
Biaya Efisien untuk banyak peserta Cocok untuk peserta sedikit

Kapan Memilih In-House Training?

Anda bisa memilih in-house training jika ingin mendapatkan materi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, seluruh peserta berasal dari satu tim, atau ingin meningkatkan kinerja tertentu.

Kapan Memilih In-House Training?
  • Materi Harus Sesuai Kebutuhan Bisnis: Dengan training khusus, karyawan bisa mendapatkan materi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dan dapat langsung diterapkan.
  • Peserta Berasal dari Satu Tim: Training yang diikuti oleh satu tim tertentu akan lebih efektif untuk meningkatkan koordinasi dan kinerjanya secara keseluruhan.
  • Target Peningkatan Kinerja Tertentu: Pilihlah in-house training jika Anda memiliki tujuan spesifik, seperti meningkatkan produktivitas atau mengadopsi teknologi baru.

Kapan Memilih Public Training?

Sementara itu, public training lebih cocok jika Anda ingin mempelajari topik umum, memiliki jumlah peserta yang sedikit, dan membutuhkan pembelajaran cepat.

Kapan Memilih Public Training?
  • Ingin Belajar Topik Umum: Public training cocok untuk mempelajari skill umum–seperti digital marketing, data analysis, atau programming–yang relevan bagi berbagai industri.
  • Jumlah Peserta Sedikit: Public training lebih efisien jika hanya beberapa karyawan yang membutuhkan training. Ini disebabkan karena perusahaan tidak perlu membuat program khusus.
  • Butuh Pembelajaran Cepat: Karyawan dapat segera mengikuti pelatihan sesuai jadwalnya tanpa perlu mengikuti persiapan khusus.

Baca juga: 8 Cara Mengukur Keberhasilan Program Corporate Training versi Coding Studio

Tentukan Jenis Training yang Tepat untuk Perkembangan Tim Anda!

Itulah beberapa perbedaan in-house training dan public training yang perlu Anda ketahui.

Singkatnya, in-house training menawarkan materi yang lebih spesifik dan relevan dengan perusahaan sementara public training memberikan fleksibilitas untuk mempelajari skill umum secara cepat.

Jika Anda ingin mengadakan in-house training yang relevan dengan kebutuhan bisnis, mari berkolaborasi dengan Coding Studio.

Kami menyediakan berbagai jenis program corporate training, mulai dari seminar, workshop, intensive training, hingga custom training sesuai kebutuhan perusahaan Anda.

Program ini juga akan dihadiri oleh para pengajar berpengalaman dan bersertifikasi Nasional hingga Internasional. Melalui program ini, Anda bisa meningkatkan efisiensi kerja tim dalam menghadapi tantangan teknologi.

Segera isi form pendaftaran berikut untuk konsultasi terkait tujuan dan kebutuhan pelatihan karyawan Anda!