Pernahkah kamu kebingungan saat melihat data yang berantakan dan tidak tahu bagaimana cara mengurutkannya dengan benar?

Pemula yang melakukan programming umumnya kesulitan mengurutkan data karena penuh logika yang sulit dipahami. Padahal, ada metode sederhana yang bisa menjadi pintu masuk untuk memahami konsep algoritma secara lebih mudah, yaitu algoritma Bubble Sort.

Algoritma ini hadir sebagai salah satu teknik dasar yang sering digunakan untuk membantu memahami bagaimana proses pengurutan data bekerja secara bertahap dan sistematis.

Apa Itu Algoritma Bubble Sort?

Apa Itu Algoritma Bubble Sort?

Algoritma Bubble Sort adalah metode pengurutan data yang bekerja dengan cara membandingkan dua elemen yang berdekatan dan menukarnya jika posisinya salah. Proses ini dilakukan berulang kali hingga seluruh data tersusun dengan urutan yang benar.

Nama “bubble” sendiri berasal dari cara elemen terbesar “mengapung” ke atas seperti gelembung dalam setiap iterasi.

Cara Kerja Algoritma Bubble Sort

Sebelum menggunakannya, mari perhatikan bagaimana algoritma Bubble Sort Python ini bekerja secara bertahap.

1. Membandingkan Elemen Berdekatan

Pertama, algoritma Bubble Sort bekerja dengan membandingkan dua elemen yang berada di posisi bersebelahan dalam sebuah list. Jika urutannya tidak sesuai (misalnya lebih besar berada di kiri), maka kedua elemen tersebut akan ditukar.

2. Melakukan Pertukaran (Swap)

Setiap kali ditemukan pasangan elemen yang salah posisi, algoritma akan langsung menukarnya. Proses ini membuat nilai terbesar perlahan berpindah ke posisi paling akhir dalam list.

3. Mengulang Proses hingga Selesai

Algoritma akan selalu mengulang langkah perbandingan dan pertukaran ahingga tidak ada lagi perubahan yang terjadi. Pada titik ini, data sudah tersusun dengan benar.

Kelebihan Algoritma Bubble Sort

Meskipun sederhana, Bubble Sort tetap memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya relevan untuk dipelajari, terutama bagi pemula.

Keunggulannya terletak pada kemudahannya untuk dipahami dan diimplementasikan, tidak membutuhkan memori tambahan, cocok untuk pembelajaran dasar, dan mudah untuk debugging.

1. Mudah Dipahami Pemula

Mudah Dipahami Pemula

Bubble Sort memiliki alur yang sangat sederhana dan mudah diikuti. Maka dari itu, kamu hanya perlu memahami konsep perbandingan dan pertukaran data secara berulang.

2. Mudah Diimplementasikan

Algoritma ini tidak membutuhkan struktur data yang kompleks. Kamu bisa langsung mengimplementasikannya dengan kode sederhana, bahkan dalam beberapa baris saja.

3. Tidak Membutuhkan Memori Tambahan

Bubble Sort bekerja langsung pada data yang ada tanpa memerlukan ruang tambahan. Maka dari itu, algoritma ini bersifat lebih sederhana dibanding beberapa algoritma lain.

4. Cocok untuk Pembelajaran Dasar

Bagi Anda yang baru belajar algoritma, Bubble Sort adalah titik awal yang sangat baik. Algoritma ini membantu Anda memahami konsep dasar seperti looping dan kondisi.

5. Mudah untuk Debugging

Mudah untuk Debugging

Karena alurnya sederhana, kesalahan dalam kode Bubble Sort relatif mudah ditemukan. Hal ini memudahkan Anda dalam proses belajar dan debugging.

Kekurangan Algoritma Bubble Sort

Di balik kesederhanaannya, Bubble Sort juga memiliki beberapa keterbatasan yang perlu Anda pahami, seperti kurang cepat untuk data besar, tidak efisien dibandingkan algoritma lain, banyak memiliki perbandingan yang tidak perlu, kurang cocok untuk sistem skala besar, dan memiliki kompleksitas waktu. 

1. Kurang Cepat untuk Data Besar

Kurang Cepat untuk Data Besar

Bubble Sort membutuhkan banyak iterasi untuk menyelesaikan proses pengurutan. Semakin besar data, semakin lama waktu yang dibutuhkan.

2. Tidak Efisien Dibanding Algoritma Lain

Jika dibandingkan dengan algoritma seperti Merge Sort atau Quick Sort, Bubble Sort jauh lebih lambat. Hal ini membuatnya kurang cocok untuk penggunaan di dunia nyata.

3. Banyak Perbandingan yang Tidak Perlu

Algoritma ini tetap melakukan perbandingan meskipun sebagian data sudah berada di posisi yang benar.

4. Tidak Cocok untuk Sistem Skala Besar

Dalam aplikasi dengan data besar, penggunaan Bubble Sort bisa memperlambat performa sistem. Oleh karena itu, biasanya algoritma ini digunakan hanya untuk pembelajaran.

5. Kompleksitas Waktu Tinggi

Kompleksitas Waktu Tinggi

Terakhir, Bubble Sort memiliki kompleksitas waktu O(n²) yang berarti waktu proses meningkat drastis seiring bertambahnya jumlah data.

Contoh Algoritma Bubble Sort

Supaya lebih mudah dipahami, mari lihat beberapa contoh implementasi algoritma Bubble Sort Python yang bisa kamu gunakan langsung.

1. Bubble Sort Dasar

data = [5, 3, 8, 4]

for i in range(len(data)):

    for j in range(len(data) - 1):

        if data[j] > data[j + 1]:

            data[j], data[j + 1] = data[j + 1], data[j]

print(data)

2. Bubble Sort dengan Optimasi (Early Stop)

data = [5, 3, 8, 4]

for i in range(len(data)):

    swapped = False

    for j in range(len(data) - 1):

        if data[j] > data[j + 1]:

            data[j], data[j + 1] = data[j + 1], data[j]

            swapped = True

    if not swapped:

        break

print(data)

3. Bubble Sort Urut Descending

data = [5, 3, 8, 4]

for i in range(len(data)):

    for j in range(len(data) - 1):

        if data[j] < data[j + 1]:

            data[j], data[j + 1] = data[j + 1], data[j]

print(data)

4. Bubble Sort Menggunakan Function

def bubble_sort(data):

    for i in range(len(data)):

        for j in range(len(data) - 1):

            if data[j] > data[j + 1]:

                data[j], data[j + 1] = data[j + 1], data[j]

    return data

print(bubble_sort([5, 3, 8, 4]))

5. Bubble Sort untuk String

data = ["banana", "apple", "cherry"]

for i in range(len(data)):

    for j in range(len(data) - 1):

        if data[j] > data[j + 1]:

            data[j], data[j + 1] = data[j + 1], data[j]

print(data)

Belajar Algoritma Lebih Mudah dan Terarah

Secara kesimpulannya, algoritma Bubble Sort adalah algoritma sederhana yang melakukan penukaran elemen yang berdekatan apabila urutannya salah.

Dengan memahami algoritma ini, kamu bisa mengenal bagaimana data diproses, dibandingkan, dan diurutkan secara sistematis.

Selain menulis kode Python dengan baik, sebaiknya kamu pelajari juga bagaimana cara melakukan coding secara efisien melalui kursus AI for Developers & DevOps dari Data Studio.

Di sini, kamu akan mempelajari bagaimana cara menggunakan AI untuk coding lebih cepat dan rapi, tanpa harus mulai dari nol! Selain itu, kamu juga mempelajari bagaimana cara melakukan review kode dan debugging dengan AI.

Isi form berikut untuk mendapatkan akses kursus ini secara fleksibel–dimana pun dan kapan pun kamu membutuhkannya!