Pernahkah Anda merasa data yang dimiliki sudah banyak, tetapi hasil analisisnya tetap tidak konsisten?

Terkadang, seorang data analytics mengalami masalah utama seperti data yang tidak teratur, kurang lengkap, atau sulit disatukan.

Tanpa pengelolaan yang tepat, data malah bisa membingungkan dan menghasilkan keputusan yang kurang tepat.

Untuk itu, Anda perlu melakukan ETL dalam data analytics untuk mengubah data mentah menjadi data yang siap digunakan dan lebih dapat dipercaya.

Apa Itu ETL dalam Data Analytics?

Apa Itu ETL dalam Data Analytics?

ETL dalam data analytics adalah singkatan dari Extract, Transform, dan Load yaitu proses untuk mengolah data dari berbagai sumber menjadi satu sistem yang teratur.

Proses ini membantu memastikan data yang digunakan sudah bersih, konsisten, dan relevan untuk menghasilkan analisis yang lebih akurat.

Baca juga: Framework Analisa Data yang Wajib Dipahami Pemula

Perbedaan ETL dan ELT dalam Data Analytics

Dalam bidang data analytics, Anda juga bisa menemukan istilah yang serupa, yaitu ELT (Extract, Load, dan Transform). Mari simak perbedaan antara keduanya dari beberapa aspek di bawah ini.

1. Urutan Proses

Pada ETL, data ditransformasi terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke sistem. Sedangkan pada ELT, data langsung dimuat ke sistem lalu diproses. Perbedaan ini memengaruhi cara kerja pipeline data secara keseluruhan.

2. Penggunaan dalam Sistem Modern

ETL lebih sering digunakan pada sistem tradisional seperti data warehouse. Sementara itu, ELT banyak digunakan dalam sistem berbasis cloud karena lebih fleksibel untuk data skala besar.

3. Performa dan Kecepatan

ELT biasanya lebih cepat dalam proses awal karena langsung memuat data. Namun, ETL lebih unggul dalam memastikan data sudah bersih sebelum digunakan.

4. Kompleksitas Pengolahan Data

ETL memiliki proses transformasi yang lebih terstruktur sejak awal. Sementara itu, ELT memberikan fleksibilitas dalam pengolahan data setelah data dimuat.

5. Kapan Harus Digunakan

ETL cocok untuk data yang membutuhkan validasi ketat sebelum analisis. Berbeda dengan ELT yang lebih cocok untuk big data dan kebutuhan real-time.

Tabel Perbedaan ETL dan ELT dalam Data Analytics

Untuk membantu Anda memahami perbedaannya dengan lebih cepat, berikut kami sajikan tabel perbandingan ringkas antara ETl dan ELT di bawah ini.

Aspek ETL (Extract, Transform, Load) ELT (Extract, Load, Transform)
Urutan Proses Data ditransformasi sebelum dimuat ke sistem Data dimuat terlebih dahulu, baru ditransformasi
Lokasi Transformasi Dilakukan di server terpisah (ETL tools) Dilakukan langsung di data warehouse
Kecepatan Proses Cenderung lebih lambat karena ada tahap transformasi di awal Lebih cepat karena data langsung dimuat lalu diproses
Jenis Data Cocok untuk data terstruktur Bisa menangani data terstruktur, semi, hingga tidak terstruktur
Skalabilitas Lebih terbatas untuk data besar Lebih scalable, terutama di cloud environment
Kebutuhan Infrastruktur Membutuhkan server tambahan untuk transformasi Memanfaatkan kekuatan data warehouse (cloud)
Use Case Cocok untuk sistem tradisional & data terkontrol Cocok untuk big data & real-time analytics

Tahapan ETL dalam Data Analytics

Sesuai namanya, proses ETL terdiri dari beberapa langkah utama yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan, yaitu Extract, Transform, dan Load.

Mari kita lihat bagaimana tahapan ini bekerja.

1. Extract

Tahap Extract

Pada tahap ini, data diambil dari berbagai sumber seperti database, file Excel, API, atau sistem lain. Proses extract memastikan semua data yang penting berhasil dikumpulkan.

2. Transform

Tahap Transform

Data yang sudah dikumpulkan biasanya masih mentah dan belum siap dipakai. Untuk itu, data ini akan melalui tahap transform–tahap yang digunakan untuk membersihkan data, menghapus data ganda, dan memperbaiki format–agar semuanya lebih seragam.

3. Load

Tahap Load

Setelah data bersih, tahapan selanjutnya adalah penyimpanan data di dalam sistem seperti data warehouse atau database analitik. Data yang sudah dimasukkan ini siap diakses dan dapat dipakai untuk analisis lanjutan.

Contoh Penggunaan ETL dalam Data Analytics

Untuk memahami penerapannya, berikut kami sajikan beberapa contoh sederhana penggunaan ETL dalam data analytics dalam bisnis.

Contoh Penggunaan ETL dalam Data Analytics

1. Extract untuk Mengumpulkan Data Penjualan dari Sistem

Perusahaan mengambil data penjualan berupa transaksi, produk, dan waktu pembelian dari sistem kasir dan platform e-commerce. Semua data dikumpulkan untuk dianalisis lebih lanjut.

2. Transform untuk Membersihkan Data Duplikat

Data yang terkumpul lalu diperiksa untuk menghapus duplikat dan memperbaiki kesalahan input. Proses ini juga menyamakan format data agar seragam dan memberikan hasil analisis yang tepat.

3. Load untuk Menyimpan Data Penjualan ke Database

Setelah dibersihkan, data akan dimasukkan ke dalam database analitik. Data ini siap dipakai untuk berbagai kebutuhan analisis.

Baca juga: AI dalam Data Analytics: Olah Data Lebih Cepat dan Cerdas!

Manfaat ETL dalam Analisis Data

Penggunaan ETL dalam data analytics akan memberikan banyak manfaat, seperti data yang lebih rapi dan siap pakai, mengurangi error dalam analisis, mempermudah analisis, menghemat waktu kerja, dan meningkatkan akurasi insight yang didapatkan.

  • Data Lebih Rapi dan Siap Pakai: ETL membantu mengubah data mentah menjadi data yang teratur sehingga lebih mudah dianalisis.
  • Mengurangi Error Analisis: Data yang sudah dibersihkan memiliki risiko kesalahan yang lebih kecil sehingga dapat menghasilkan insight yang dapat dipercaya.
  • Mempermudah Proses Analisis: Dengan data yang sudah siap, Anda bisa langsung fokus pada analisis. Proses jadi lebih efisien karena tidak perlu melakukan langkah tambahan.
  • Menghemat Waktu Kerja: ETL membantu mengotomatiskan banyak proses pengolahan data. Ini mengurangi pekerjaan manual yang memakan waktu untuk melakukan analisis yang lebih cepat.
  • Meningkatkan Akurasi Insight: Data yang berkualitas menghasilkan pemahaman yang lebih tepat sehingga Anda bisa mengambil keputusan yang lebih baik.

Saatnya Kelola Data dengan Lebih Terstruktur

Itulah tahapan lengkap, contoh penggunaan, dan manfaat melakukan proses ETL dalam data analytics. Dengan proses yang teratur, Anda bisa menghindari kesalahan analisis, menghemat waktu, dan menghasilkan pemahaman yang lebih tepat.

Setelah mempelajari bagaimana cara menerapkan ETL, sebaiknya Anda mempelajari juga cara mempercepat proses analisis data dengan AI.

Untuk belajar cara menggunakan AI dalam proses analisis data secara end-to-end, ikuti kursus AI Data Analytics dari Coding Studio.

Dengan dukungan mentor profesional, Anda akan mempelajari cara memanfaatkan AI untuk proses pembersihan data, analisis, hingga visualisasinya dengan Excel, Python, atau tools BI lainnya.

Pelajari cara melakukan proses analisis data dengan efisien bersama Coding Studio.