Penulis: Gabriella Marsella
Program: In-House Training – B2B Training
Di era ekonomi digital yang semakin kompetitif, data telah menjadi aset strategis utama bagi setiap perusahaan. Salah satunya adalah StickEarn, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor periklanan dan layanan digital.
Pertumbuhan volume data secara eksponensial menuntut mereka untuk menganalisis dan menyajikan informasi dalam data tersebut secara cepat, akurat, dan mudah dipahami oleh seluruh stakeholder internal.
Sayangnya, realita yang terjadi justru menunjukkan sebaliknya. Penyimpanan data yang tersebar di berbagai spreadsheet, file statis, atau platform yang tidak terintegrasi membuat proses analisis menjadi lambat dan rawan kesalahan.
Inilah salah satu tantangan yang mengharuskan adanya pelatihan “Interactive Dashboard Pivot Table” bersama tim StickEarn pada Oktober 2024 lalu.
Tantangan yang Dihadapi Tim StickEarn
Secara umumnya, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh tim StickEarn, mulai dari kesulitan pengelolaan dan visualisasi data hingga penggunaan fitur Excel yang kurang optimal. Simak penjelasan singkatnya!
1. Kesulitan Pengelolaan dan Visualisasi Data
Berdasarkan hasil observasi internal dan analisis kebutuhan pelatihan, tim operasional dan manajerial StickEarn menghadapi beberapa tantangan mendasar terkait dengan pengelolaan dan visualisasi data.
Salah satunya, mereka mengandalkan spreadsheet konvensional untuk mencatat laporan keuangan dan performa team. Hal ini tentu tidak efisiensi karena StickEarn memiliki volume data yang sangat besar.
Dalam perusahaan StickEarn, mereka mengalami kesulitan berupa data-data keuangan dan operasional yang tidak terorganisir dalam satu sheet. Selain itu, data ini juga tidak dilengkapi dengan formula library yang stabil, serta tidak terhubung dengan database real-time. Hal tersebut menghambat proses pelaporan dan analisis performa bulanan.
Kejadian ini sesuai dengan pernyataan McKinsey Global Institute dalam laporan “The Age of Analytics”. Menurut mereka, perusahaan yang tidak memiliki sistem pengelolaan data yang baik berisiko mengalami penurunan efisiensi kerja hingga 25–30%. Hal ini dapat terjadi karena duplikasi kerja, redundansi data, dan banyak waktu yang terbuang untuk mencari atau memvalidasi informasi.
2. Minimnya Akses terhadap Visualisasi Data Real-Time
Tidak hanya itu, performa tim juga menjadi perhatian penting. Berdasarkan data dari BCG (Boston Consulting Group), tim yang tidak memiliki akses dashboard interaktif cenderung mengalami penurunan kecepatan eksekusi keputusan sebesar 33%.
Di sisi lain, workload yang semakin kompleks turut mendorong kebutuhan untuk mengotomasi proses rekonsiliasi data, laporan progres campaign, serta evaluasi efektivitas strategi iklan.
Dalam lingkup StickEarn, mereka memiliki proyek digital yang dilengkapi dengan tenggat waktu dan metrik performa yang ketat. Adanya keterlambatan atau kesalahan kecil dalam pembacaan data dapat mempengaruhi efisiensi tim dan kepuasan klien mereka.
3. Proses Perhitungan yang Masih Manual
Selanjutnya, survei internal menunjukkan bahwa sebagian besar tim mereka melakukan monitoring dan reporting secara manual. Beberapa metode yang digunakan antara lain filter, copy-paste. Padahal, metode manal seperti ini masih sangat rentan terhadap kesalahan input (human error).
4. Kurangnya Skill Analisis dan Tools
Dalam riset yang dilakukan tahun 2022, Nielsen Company menyebutkan bahwa sebanyak 57% perusahaan di Asia Tenggara masih mengalami tantangan berupa “data detachment”. Istilah ini merujuk pada kesulitan untuk mengkonversi data menjadi insight berharga karena minimnya skill analisis dan tools yang mumpuni.
Tantangan ini sangat relevan dengan kondisi awal StickEarn. Mereka awalnya mengalami kesulitan dalam proses detailing data karena struktur sheet yang rumit dan tidak menggunakan fungsi pivot table secara optimal. Selain itu, mereka juga tidak mengintegrasikan data laporan dengan visualisasi insight berbasis dashboard.
5. Pengambilan Keputusan yang Terhambat
Berdasarkan kondisi di atas, StickEarn menghadapi tantangan tambahan berupa hambatan dalam pengambilan keputusan manajerial. Hal ini biasanya terjadi karena laporan keuangan atau performa tim yang tidak dapat dibaca dengan cepat dan presisi.
Adanya human error dalam proses ini dapat memengaruhi strategi investasi media, perencanaan anggaran klien, dan alokasi kerja tim project management.
Padahal, perusahaan seperti StickEarn yang bergerak di bidang periklanan digital sangat bergantung pada akurasi data performa sebagai tolak ukur efektivitas campaign dan return on investment (ROI).
6. Belum Optimalnya Penggunaan Fitur Excel Modern
Masalah yang dihadapi StickEarn selanjutnya adalah belum memanfaatkan fitur Excel modern secara optimal. Fitur-fitur ini antara lain pivot chart, slicer filtering, dan koneksi data dari luar workbook.
Banyak tim mereka masih belum familiar dengan kemampuan Excel sebagai business intelligence tool sederhana–terutama untuk kebutuhan dashboard tracking campaign, visualisasi lead performance, dan monitoring pipeline iklan.
Padahal, jika digunakan secara maksimal, Excel dapat menjadi alat yang sangat powerful dalam mentransformasi data mentah menjadi strategi yang berbasis insight.
Solusi yang Diberikan Melalui Pelatihan Excel
Secara keseluruhan, tantangan-tantangan ini menunjukkan pentingnya pelatihan yang terstruktur dan aplikatif. Anda bisa membekali keahlian teknis serta wawasan strategis dalam pengelolaan data sebagai bekal para karyawan.
Selain mengajarkan teknis penggunaan Excel, pelatihan ini juga mampu mengintegrasikan pendekatan visualisasi data dan pemahaman terhadap proses bisnis. Dengan ini, tumbuh budaya berbasis data (data-driven culture) dalam perusahaan.
Pelatihan bersama Coding Studio yang diinisiasi pada bulan Oktober 2024 lalu menjadi salah satu upaya konkret untuk menjawab tantangan tersebut dan mendorong transformasi digital yang menyeluruh pada proses kerja tim manajerial dan operasional StickEarn.
Pelatihan yang diselenggarakan selama hampir satu bulan ini memberikan solusi menyeluruh yang mampu mengatasi permasalahan tersebut melalui beberapa aspek utama berikut:
1. Penguasaan Dashboard Interaktif
Dashboard yang interaktif memungkinkan peserta pelatihan untuk membuat tampilan data yang ringkas namun kaya informasi dalam satu layar. Dengan kemampuan ini, mereka dapat menyajikan data yang kompleks dengan grafik dinamis dan filter yang mudah digunakan.
Berikut adalah beberapa solusi yang dihasilkan:
- Real-Time Monitoring: Tim dapat memantau performa kampanye secara langsung tanpa harus menunggu laporan manual dari berbagai sumber data.
- Pengambilan Keputusan Cepat: Dengan dashboard yang interaktif, manajer dapat segera melihat tren, anomali, dan insight penting yang mendukung strategi bisnis.
- Kolaborasi Lebih Efektif: Dashboard yang mudah dibagikan memudahkan komunikasi antar divisi, sehingga semua pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap data.
2. Penggunaan Pivot Table untuk Analisis Data Cepat
Pivot table merupakan sebuah tools powerful dalam Excel yang memungkinkan penyusunan dan analisis data secara cepat dan fleksibel.
Peserta belajar bagaimana cara mengolah data mentah menjadi ringkasan yang mudah dipahami dengan drag-and-drop. Selain itu, mereka juga dapat melakukan analisis berdasarkan berbagai dimensi seperti waktu, kategori produk, atau wilayah.
Melalui ini, peserta mendapatkan berbagai solusi seperti berikut:
- Efisiensi Waktu Analisis: Proses pembuatan laporan yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini dapat diselesaikan dalam hitungan menit.
- Analisis Multidimensi: Tim dapat mengeksplorasi data dari berbagai sudut pandang tanpa harus membuat banyak tabel secara manual.
- Deteksi Pola dan Tren: Pivot table membantu menemukan pola tersembunyi yang bisa menjadi dasar strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
3. Penerapan Business Intelligence dalam Excel
Pelatihan ini juga mengenalkan konsep business intelligence (BI) dengan menggunakan Excel sebagai alat utama.
Peserta mempelajari cara mengintegrasikan data dari berbagai sumber, membuat model data yang kompleks, dan membangun laporan yang informatif dengan menggunakan fitur seperti Power Query, Power Pivot, dan DAX formulas.
Berikut adalah beberapa solusi yang dihasilkan:
- Integrasi Data yang Seamless: Data dari berbagai sistem perusahaan dapat digabungkan dalam satu platform Excel yang mudah diakses.
- Model Data yang Kuat: Dengan kemampuan BI, laporan tidak hanya bersifat deskriptif, tapi juga prediktif. Ini memudahkan perusahaan dalam merencanakan langkah ke depan.
- Automasi Laporan: Proses pembuatan dan update laporan dapat diotomatisasi sehingga mengurangi risiko human error dan beban kerja rutin.
Dampak Nyata bagi StickEarn dan Peserta Pelatihan
Pelatihan ini memberikan manfaat untuk peserta dan perusahaan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Peningkatan Produktivitas: Tim yang sebelumnya terjebak dalam pekerjaan manual kini bisa fokus pada analisis dan strategi.
- Kualitas Keputusan Lebih Baik: Data yang akurat dan terstruktur membantu manajemen mengambil keputusan yang didasarkan pada fakta, bukan asumsi.
- Peningkatan Kemampuan SDM: Karyawan merasa lebih percaya diri dan memiliki skill yang lebih baik untuk menghadapi tantangan pekerjaan.
- Keunggulan Kompetitif: Dengan analisis data yang lebih cepat dan mendalam, StickEarn dapat merespon kebutuhan pasar dengan lebih tanggap dan inovatif.
Implementasi Dashboard Interaktif untuk Kampanye Iklan Digital
Salah satu contoh implementasi yang sukses adalah penggunaan dashboard interaktif untuk memantau kampanye iklan digital. Sebelumnya, laporan performa kampanye harus dikompilasi dari berbagai sumber secara manual. Proses ini bahkan memakan waktu hingga beberapa hari.
Setelah pelatihan, tim dapat membuat dashboard yang mendukung integrasi data dari platform iklan, CRM, dan sistem keuangan. Dashboard ini memungkinkan manajer melihat data impresi, klik, konversi, dan biaya secara real-time dengan opsi filter berdasarkan waktu dan segmen pelanggan.
Hasilnya, tim manajemen StickEarn dapat mengidentifikasi kampanye yang kurang efektif dalam hitungan jam dan mengalihkan anggaran ke kampanye yang lebih potensial. Hal ini mengakibatkan peningkatan ROI secara signifikan. Pelatihan Excel yang sudah berjalan dengan baik ini dapat terus dikembangkan dengan beberapa rekomendasi berikut:
- Sesi Lanjutan untuk Automasi VBA: Hal ini membuat proses pengolahan data yang lebih kompleks bisa diotomatisasi sepenuhnya.
- Integrasi dengan Tools BI lain seperti Power BI: Dengan ini, StickEarn dapat mengembangkan dashboard yang lebih canggih dan interaktif berbasis cloud.
- Pelatihan Storytelling dengan Data: Hal ini dilakukan agar hasil analisis bisa disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh semua pihak.
- Penguatan Skill Analisa Statistik dan Forecasting: Tindakan ini merupakan salah satu cakupan data science yang dibutuhkan di era big data.
Ingin Mengikuti Program Corporate Training Kami?
Melalui artikel di atas, terbukti bahwa pelatihan corporate training Excel di StickEarn telah membuktikan dirinya sebagai solusi strategis dalam mengatasi tantangan pengelolaan dan analisis data di lingkungan perusahaan iklan dan jasa.
Dengan penguasaan dashboard interaktif, pivot table, dan business intelligence–peserta kini mampu mengolah data secara efisien, memberikan insight yang akurat, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.
Tertarik untuk mencobanya? Daftarkan bisnis Anda untuk mengikuti corporate training dari Coding Studio!
Apa yang membedakan corporate training kami dengan yang lain? Coding Studio menghadirkan fleksibilitas bagi Anda untuk mengatur jadwal, materi, hingga metode pembelajarannya.
Selain itu, program ini juga akan dihadiri oleh para pengajar berpengalaman dan bersertifikasi Nasional hingga Internasional. Singkatnya, program kami dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja tim Anda dalam menghadapi tantangan teknologi!Segera kunjungi website atau isi form pendaftaran berikut untuk konsultasi terkait tujuan dan kebutuhan perusahaan Anda!