Dibandingkan sistem operasi Windows dan macOS, sistem Linux biasanya hanya digunakan oleh orang-orang tertentu–seperti tenaga cyber security. Saat berhadapan dengan sistem ini, pernahkah kesulitan untuk menjalankan perintah dasar Linux? Atau apakah Anda ingin bereksperimen lebih lanjut?
Sebenarnya, banyak pemula yang belum memahami terminal Linux sepenuhnya. Dengan memahami perintah-perintah dasarnya, Anda dapat membuka begitu banyak potensinya. Simak artikel ini untuk memahami 50 perintah dasar Linux yang harus dipelajari sejak awal!

Pengertian Linux
Linux adalah sebuah sistem operasi berbasis Unix yang bersifat open-source dan dapat digunakan oleh siapa saja. Sistem ini diciptakan oleh Linus Torvalds pada tahun 1991 hingga berkembang menjadi salah satu sistem operasi andalan yang digunakan pada server, komputer pribadi, hingga perangkat IoT.
Apa yang membedakan Linux dengan sistem operasi lainnya seperti Windows atau macOS? Perbedaan tersebut terletak pada aspek fleksibilitas, keamanan, dan kontrol penuh yang diberikan kepada penggunanya.
Perhatikan tabel singkat di bawah ini untuk penjelasan sederhananya.
| Fitur | Linux | Windows | macOS |
| Lisensi | Open Source (Gratis) | Berbayar | Berbayar |
| Akses Sistem | Full (root/sudo) | Terbatas (admin) | Terbatas |
| Komunitas | Aktif & Global | Komersial | Komersial |
| Kustomisasi | Tinggi | Terbatas | Sangat Terbatas |
| Keamanan | Tinggi (lebih tahan malware) | Rentan terhadap malware | Relatif aman |
Baca juga: Mengenal Linux: Sistem Operasi Open Source dan Gratis
Cara Kerja Linux
Sebelum memahami perintah dasar, kita harus memahami dahulu bagaimana cara kerja Linux. Sistem ini dapat beroperasi bermodalkan interaksi antar beberapa komponen utama, seperti kernel, shell, file system, dan package manager.
- Kernel: Inti dari sistem operasi yang mengelola sumber daya perangkat keras seperti CPU, memori, dan perangkat input/output.
- Shell: Antarmuka yang memungkinkan interaksi antara pengguna dengan sistem melalui perintah teks.
- File System: Struktur yang mengatur penyimpanan dan pengambilan data di dalam sistem.
- Package Manager: Alat untuk mengelola instalasi, pembaruan, dan penghapusan perangkat lunak dalam sistem Linux.
Beberapa Perintah Dasar Linux
Berikut adalah beberapa perintah dasar Linux yang sering digunakan. Setiap dari mereka dapat membantu Anda memanajemen file, direktori, dan sistem.
1. Perintah ls
Perintah ls biasanya digunakan menampilkan daftar file dan folder di direktori saat ini. Jika Anda menambahkan opsi tertentu, perintah ini bisa menampilkan file tersembunyi, ukuran file, atau tanggal terakhir file tersebut dimodifikasi.
2. Perintah pwd
pwd atau “print working directory” merupakan perintah yang berfungsi untuk menunjukkan di mana posisi Anda saat ini di dalam struktur direktori. Dengan perintah ini, Anda tidak akan kesulitan berpindah-pindah folder di antara banyaknya direktori.
3. Perintah cd
Perintah cd memudahkan Anda dalam berpindah antar direktori dengan cepat. Terdapat dua jenis path yang dapat digunakan, yaitu path relatif dan absolut. Sesuaikan saja dengan kebutuhan navigasi proyek yang sedang Anda kerjakan.
4. Perintah mkdir
mkdir adalah perintah untuk membuat direktori baru di sistem Linux. Perintah ini sangat berguna saat Anda ingin mengatur file dalam satu folder atau lebih supaya terstruktur dan lebih rapi.
5. Perintah rmdir
Gunakan command rmdir saat Anda ingin menghapus direktori kosong. Pastikan folder tersebut tidak berisi file apa pun karena perintah ini hanya bisa digunakan jika direktori tersebut benar-benar kosong.
6. Perintah rm
Selanjutnya adalah perintah rm yang digunakan untuk menghapus file atau folder secara permanen. Sama seperti perintah di atas, Anda harus menggunakannya dengan hati-hati karena tidak bisa mengembalikan data tersebut setelahnya.
7. Perintah cp
cp merupakan sebuah perintah untuk menyalin file atau folder ke lokasi lain. Bagi Anda yang sering melakukan backup atau duplikasi data, perintah ini sangat penting, terutama jika digunakan bersama opsi -r untuk menyalin folder beserta isinya.
8. Perintah mv
Dengan perintah mv, Anda bisa memindahkan file ke lokasi baru atau mengganti namanya. Meskipun cara ini efisien dan cepat, Anda harus hati-hati dalam memindahkan file ini karena Linux tidak menyediakan opsi untuk membatalkan tindakan ini.
9. Perintah touch
Perintah touch memungkinkan Anda membuat file kosong baru atau memperbarui waktu modifikasi file yang sudah ada. Biasanya, command ini dapat digunakan untuk membuat placeholder atau file testing dalam proses pengembangan.
10. Perintah file
file membantu Anda mengidentifikasi jenis file berdasarkan kontennya–bukan hanya dari ekstensi. Dengan ini, Anda dapat memastikan file yang sedang ditangani memang sesuai dengan fungsinya.
11. Perintah zip dan unzip
Gunakan zip untuk mengkompres file menjadi arsip .zip. Sebaliknya, gunakan perintah unzip untuk mengekstraknya kembali. Perintah ini sangat praktis saat Anda ingin menghemat ruang atau mengirim banyak file dalam satu paket.
12. Perintah tar
Perintah tar sering digunakan untuk mengarsipkan banyak file menjadi satu, baik dalam format .tar biasa maupun versi terkompresi seperti .tar.gz. Proses ini sangat ideal saat melakukan backup atau distribusi data dalam jumlah besar.
13. Perintah nano, vi, dan jed
Baik nano, vi, maupun jed–ketiganya adalah editor teks berbasis terminal. nano cocok bagi pemula karena antarmukanya sederhana sementara vi lebih kompleks namun sangat powerful. Terakhir, jed merupakan alternatif ringan dengan dukungan syntax highlighting.
14. Perintah cat
Jika Anda ingin menampilkan isi file di terminal, sebaiknya gunakan command cat. Perintah ini juga dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa file sekaligus atau membuat file baru. Dengan ini, Anda tidak perlu membuka editor untuk melihat isi file teks.
15. Perintah grep
Dengan grep, Anda bisa mencari kata atau pola tertentu dalam file. Perintah ini cocok digunakan untuk memeriksa log atau file konfigurasi. Bahkan, ia juga dapat digabungkan dengan opsi -r untuk pencarian dalam seluruh direktori.
16. Perintah sed
Perintah sed digunakan untuk mengganti teks dalam file secara otomatis. Hal ini sangat berguna jika Anda harus mengedit banyak file sekaligus dalam waktu cepat. Tak perlu lagi membukanya satu per satu!
17. Perintah head
Gunakan command head untuk melihat beberapa baris pertama dari file. Umumnya, terminal akan menampilkan 10 baris pertama secara default. Anda dapat menggunakan perintah ini untuk memeriksa isi awal log atau file konfigurasi secara cepat.
18. Perintah tail
Kebalikan dari head, perintah tail akan menampilkan baris terakhir dari sebuah file. Ideal digunakan saat Anda ingin memantau perubahan terbaru di file log secara real-time dengan opsi -f.
19. Perintah awk
Perintah dasar Linux selanjutnya adalah awk. Perintah ini dapat digunakan untuk mengolah data berbasis teks, khususnya yang berbentuk kolom. Manfaatkan perintah ini untuk membuat laporan, menghitung data, atau menyaring informasi tertentu dari file.
20. Perintah sort
Dengan sort, Anda bisa mengurutkan isi file berdasarkan abjad atau angka. Dengan begitu, data-data berupa laporan atau daftar file dalam Linux dapat tersusun dengan rapi. Untuk urutan sebaliknya, padukan perintah ini dengan opsi -r.
21. Perintah cut
Perintah cut ini memungkinkan Anda untuk mengambil bagian tertentu dari setiap baris– misalnya kolom-kolom dalam file CSV. Anda tidak perlu membuka file teks atau data tabular lagi jika membutuhkan data yang spesifik!
22. Perintah diff
Apakah Anda ingin mengetahui perbedaan dari dua file yang serupa? Cukup dengan membandingkan keduanya dengan perintah diff dan sistem akan menunjukkannya. Perintah ini sangat berguna jika Anda melakukan revisi kode atau memeriksa perubahan konfigurasi.
23. Perintah tee
Dengan tee, Anda bisa menjalankan satu perintah tapi mendapatkan dua hasil sekaligus: yaitu output yang ditampilkan di layar dan disimpan ke file. Dengan command ini, Anda bisa memantau proses debugging atau membuat log sembari mencatat hasilnya.
24. Perintah locate
Pernah merasa lupa di mana tempat Anda menyimpan file tertentu? Perintah locate ini akan membantu menemukan lokasi file berdasarkan namanya yang tercantum dalam database.
25. Perintah find
Berbeda dengan locate, perintah find memungkinkan Anda mencari file langsung dari sistem file. Meskipun prosesnya sedikit lebih lambat, hasilnya justru cenderung lebih fleksibel. Tak hanya namanya, Anda bisa mencari file tersebut berdasarkan ukuran file, tanggal, hingga permission-nya.
26. Perintah sudo
Untuk menjalankan perintah sebagai administrator tanpa melakukan logout, gunakan saja perintah sudo. Perintah ini akan memudahkan Anda menjalankan tugas tertentu dengan hak akses root tanpa harus benar-benar login sebagai root.
27. Perintah su
Jika Anda ingin sepenuhnya masuk sebagai pengguna lain—misalnya sebagai root—maka perintah su menjadi solusi yang tepat. Perintah ini cocok digunakan saat Anda butuh akses penuh ke sistem untuk konfigurasi tingkat lanjut.
28. Perintah chmod
Melalui chmod, Anda bisa mengatur siapa saja yang boleh membaca, menulis, atau mengeksekusi file. Sebelum mengubahnya, pastikan untuk memahami cara kerja permission dalam sistem Linux.
29. Perintah chown
Untuk mengganti pemilik file atau folder, gunakan saja perintah chown. Dengan perintah ini, Anda dapat mengelola hak kepemilikan file–terutama saat ada banyak user dalam satu sistem.
30. Perintah useradd dan userdel
Perintah useradd ini akan membantu menambahkan pengguna baru ke dalam sistem Linux. Sebaliknya, perintah userdell cocok digunakan ketika Anda ingin menghapus akun pengguna yang sudah tidak aktif.
31. Perintah df
Untuk mengetahui seberapa banyak ruang disk yang tersisa, gunakan saja perintah df. Sistem akan memberikan informasi yang sangat berguna, terutama saat Anda mulai kehabisan ruang penyimpanan dan butuh tindakan cepat.
32. Perintah du
Ingin tahu folder mana yang memakan banyak storage di sistem Anda? Lakukan pengecekan dengan perintah du. Perintah ini sangat efektif saat Anda ingin membersihkan sistem dari file yang tidak diperlukan lagi.
33. Perintah top
Dengan top, Anda bisa melihat proses apa saja yang sedang berjalan di sistem Anda. Mulai dari penggunaan CPU hingga RAM–semua akan ditampilkan secara real-time. Biasanya, command ini menjadi andalan bagi banyak administrator sistem.
34. Perintah htop
Kalau Anda lebih suka tampilan Linux yang interaktif dan mudah digunakan, htop bisa jadi pilihan yang lebih nyaman dibanding top. Dengan begini, Anda bisa menavigasi proses dengan keyboard dan menghentikannya langsung dari antarmuka.
35. Perintah ps
ps memberikan snapshot proses yang sedang berjalan. Perintah ini sangat berguna ketika Anda ingin mengetahui proses spesifik, terutama saat proses tersebut berjalan di background.
36. Perintah uname
Selanjutnya adalah perintah uname yang dapat menampilkan informasi penting tentang sistem Anda—seperti kernel yang digunakan, tipe arsitektur, dan banyak lagi. Biasanya, perintah ini sangat ideal saat Anda melakukan dokumentasi atau troubleshooting.
37. Perintah hostname
Melalui hostname, Anda bisa melihat atau mengatur nama sistem (host) Anda. Command ini sangat cocok ketika Anda harus mengatur server baru atau bekerja di jaringan lokal agar identitas perangkat yang digunakan lebih mudah dikenali.
38. Perintah time
Ingin tahu berapa lama sebuah perintah dijalankan? Gunakan perintah time sebagai solusinya! Dengan perintah ini, Anda dapat mengukur performa skrip atau proses yang dijalankan di terminal.
39. Perintah systemctl
Dengan systemctl, Anda bisa mengontrol layanan (service) di sistem Linux berbasis systemd. Mulai dari menyalakan, menghentikan, hingga mengecek status layanan—semua bisa Anda lakukan dalam satu perintah saja!
40. Perintah watch
Perintah watch memungkinkan Anda untuk menjalankan sebuah perintah secara berulang dan menampilkan hasilnya secara berkala. Perintah ini biasanya digunakan untuk memantau perubahan file, direktori, atau status sistem secara real-time.
41. Perintah jobs
Ketika Anda ingin melihat status dari perintah yang dijalankan di background, gunakan perintah jobs. Dengan begini, Anda bisa melakukan multitasking di terminal Linux.
42. Perintah kill
Selanjutnya, gunakan perintah kill untuk mengakhiri proses berdasarkan PID yang sedang bermasalah. Sebelum menggunakannya, pastikan Anda merasa yakin karena proses tersebut akan dihentikan secara paksa.
43. Perintah shutdown
Dengan shutdown, Anda bisa mematikan atau restart sistem Linux dengan aman. Dengan command ini, Anda juga bisa menjadwalkannya sesuai kebutuhan—sangat berguna untuk maintenance sistem.
44. Perintah ping
Perintah dasar Linux selanjutnya adalah ping, perintah yang membantu mengecek apakah sistem Anda bisa terhubung ke server atau alamat IP tertentu. Umumnya, command ini ideal untuk melakukan troubleshooting koneksi internet atau jaringan lokal.
45. Perintah wget
Jika Anda ingin mengunduh file dari internet lewat terminal, maka gunakanlah wget sebagai solusi yang sederhana dan efektif. Dengan perintah ini, Anda bisa mengunduh file, skrip, bahkan halaman web secara langsung!
46. Perintah curl
Berbeda dengan wget, curl menawarkan lebih banyak fitur. Dengan perintah itu, Anda bisa mengunduh, mengirim data, dan bahkan menguji API dari terminal Anda. Command ini cocok jika Anda bekerja bersama web development atau melakukan integrasi sistem.
47. Perintah scp
scp memungkinkan Anda mentransfer file antar sistem secara aman melalui SSH. Dengan ini, Anda dapat bekerja di lingkungan server dan memindahkan file antar mesin dengan cepat dan aman.
48. Perintah rsync
Jika Anda butuh sinkronisasi file antar direktori atau server, perintah rsync sangat bisa diandalkan. Ia hanya mengirimkan file yang mengalami perubahan sehingga menghemat waktu dan bandwidth Anda.
49. Perintah ip
Perintah ip adalah cara modern untuk mengelola jaringan di Linux. Anda bisa melihat, mengatur, dan memonitor IP address, route, dan interface dengan fleksibel.
50. Perintah netstat
Ingin tahu port mana saja yang sedang terbuka atau siapa yang terhubung ke sistem Anda? Gunakan perintah netstat. Dengan begini, Anda bisa memantau langsung keamanan dan aktivitas jaringan yang digunakan.
Siap Menjadi Pengguna Linux yang Lebih Percaya Diri?
Itulah beberapa perintah dasar Linux yang harus Anda pelajari. Dengan mengenal perintah-perintah ini, Anda sudah paham bagaimana cara mengelola sistem operasi yang satu ini.
Meskipun cukup kompleks, Anda hanya cukup menggunakannya dengan frekuensi yang tinggi. Ini akan mendorong keterampilan Anda dalam mengoperasikan sistem Linux.
Apakah Anda ingin memperdalam pengetahuan dan keterampilan IT termasuk penguasaan Linux dan sistem operasi lainnya? Yuk bergabung di kursus IT yang tersedia di Coding Studio!
Dengan pendekatan praktis dan materi up-to-date, Anda bisa belajar langsung dari para mentor expert dan mendapatkan sertifikat kredibel untuk menunjang karier di bidang IT.
Jadi, tunggu apa lagi? Saatnya tingkatkan kemampuan IT Anda bersama Coding Studio!