Pernah merasa bahwa proses analisis data itu rumit dan penuh dengan istilah teknis? Padahal, kamu bisa melakukan analisis data sederhana dengan tools seperti Excel.
Dengan menerapkan ini, kamu bisa membiasakan diri untuk membaca pola, menyusun logika berpikir, hingga menemukan insight dari data yang tersedia. Dengan fondasi yang kuat, barulah kamu bisa langsung mempelajari ilmu lebih kompleks seperti machine learning atau big data.
Sebelum menemukan contoh analisisnya, mari kita pahami dulu kenapa pemula perlu melakukan analisis data sederhana ini.
Kenapa Analisis Data Sederhana Penting untuk Pemula?

Analisis data sederhana sangat penting dalam proses pengambilan keputusan, baik untuk keperluan riset maupun bisnis. Selain mempelajari fondasi analisis data secara umum, proses ini juga membangun pola pikir analitis dan ketelitianmu dalam membaca informasi.
Praktik lebih baik dibanding belajar materinya saja. Dengan melakukan analisis data sederhana, kamu bisa fokus melatih insting dan intuisi data. Seiring waktu, keahlian ini akan meningkat hingga kamu bisa lanjut ke teknik yang lebih kompleks.
Baca juga: 10 Tools Data Analyst Terbaik untuk Pemula hingga Expert
Contoh Analisis Data Sederhana
Berikut contoh dataset sederhana yang bisa kamu gunakan untuk menganalisis penjualan toko bulanan menggunakan Excel.

Contoh praktik analisis dengan dataset Ini:
- Hitung total penjualan per kategori produk.
- Cari rata-rata harga per unit seluruh produk
- Temukan produk dengan penjualan tertinggi tiap bulan.
1. Hitung Total Penjualan per Produk
Gunakan rumus SUMIF =SUMIF(range;criteria;sum-range) untuk menjumlahkan total penjualan berdasarkan kategori produk.
Berikut adalah contoh rumus per kategorinya:
- Produk Kategori Kesehatan: =SUMIF(C2:C10;”Kesehatan”;F2:F10) = Rp556.000
- Produk Kategori Elektronik: =SUMIF(C2:C10;”Elektronik”;F2:F10) = Rp495.000
- Produk Kategori Makanan: =SUMIF(C2:C10;”Makanan”;F2:F10) = Rp109.000
2. Cari Rata-Rata Harga per Unit Seluruh Produk
Untuk mencari rata-rata harga per unit dari semua produk, kamu bisa menggunakan fungsi AVERAGE yaitu =AVERAGE(E:E).
Rata-rata harga per unit di dataset ini adalah Rp238.888,8889.
3. Temukan Produk dengan Penjualan Tertinggi Tiap Bulan
Untuk melihat produk terlaris per bulan, gunakan Pivot Table. Untuk membuat Pivot Table, sebaiknya cek dahulu artikel kami berjudul Cara Membuat Pivot Table di Excel versi Coding Studio.

Bedanya, kamu harus menarik kategori Produk ke Rows, Tanggal ke Columns, dan Total Penjualan ke Values.

Terakhir, klik kanan pada tanggal dan pilih Group untuk mengelompokkan tanggal berdasarkan bulan.

Pivot lalu akan menunjukkan hasil penjualan per bulan Januari hingga Maret. Berikut adalah daftar produk terlaris per bulannya:
- Januari: Teh celup
- Februari: Rice cooker
- Maret: Kulkas mini
Kalau kamu ingin contoh hands-on project sederhana lagi, cobalah untuk mengikuti kelas data analyst GRATIS dari Coding Studio! Klik link di atas untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
Tips Mengoptimalkan Analisis Data Sederhana
Ikuti tips-tips berikut supaya proses analisis data sederhana kamu berjalan lebih maksimal!
Menjaga Data Tetap Bersih dan Terstruktur
Data yang masih mentah bisa membuat hasil analisis kamu kurang akurat. Untuk itu, lakukan proses data cleaning sebelum masuk ke proses analisis. Struktur data yang rapi juga akan memudahkan kamu saat menggunakan rumus atau membuat tabel pivot.
Manfaat Backup dan Dokumentasi Data
Ada masanya ketika kamu perlu melihat kembali data mentah atau hasil analisis sebelumnya, misalnya ketika revisi atau audit. Oleh karena itu, buatlah backup data secara rutin dan dokumentasikan seluruh prosesnya untuk meminimalisir kehilangan data-data penting.
Rutin Memperbarui Dataset dan Validasi Hasil Analisis
Terakhir, perbarui dataset kamu secara berkala untuk menghasilkan insight yang relevan. Jangan lupa juga untuk melakukan validasi–seperti memeriksa kembali rumus, logika filter, atau agregasi data–supaya hasil analisismu bisa dipertanggungjawabkan.
Baca juga: 5 Cara Menjadi Data Analyst Profesional untuk Pemula
Tingkatkan Keterampilanmu untuk Berkarier Sebagai Data Analyst Profesional!
Itulah contoh analisis data sederhana secara step-by-step dengan satu dataset saja. Dengan proses sederhana ini, kamu bisa sembari belajar mengenal pola, berpikir kritis, dan mengambil keputusan berbasis data tanpa merasa terbebani oleh teknis yang rumit.
Kalau kamu ingin berkarier menjadi data analyst profesional, kamu juga bisa mengikuti kelas tambahan–seperti yang disediakan oleh Coding Studio.
Yuk, pertimbangkan untuk mengikuti kursus data analyst dari Coding Studio! Dalam kelas ini, kamu akan mempelajari konsep dasar pengolahan data, visualisasi, hingga cara menggunakan tools populer, salah satunya Excel.
Berkat pendekatan praktis dan berbasis proyek nyata, kamu bisa memahami pola data, menghasilkan insight bernilai, serta menyusun portofolio profesional untuk berkarier sebagai data analyst.
Sudah cukup tertarik? Yuk, klik tautan di atas dan mulai langkah awalmu untuk menjadi data analyst handal bersama kami!