Predictive marketing adalah salah satu strategi pemasaran yang lebih menarik dan bisa dimanfaatkan oleh pebisnis di era digital ini. Strategi tersebut dilakukan dengan mengandalkan kekuatan analisis data, mesin pembelajaran dan kecerdasan buatan untuk mendapatkan solusi yang efektif untuk berbagai kendala dalam bisnis.
Pengertian Predictive Marketing
Keberadaan big data menjadi modal penting untuk menggerakkan pemasaran modern. Apa itu predictive marketing yaitu sebuah praktik untuk melakukan analisis data pelanggan dengan tujuan memprediksi perilaku dan preferensi di masa yang akan datang.

Awal mula penggunaan predictive marketing adalah dari penerapan predictive analytics sejak tahun 1930 yang lalu. Di mana pada saat itu, analitik prediktif digunakan untuk menganalisis kondisi kesehatan seseorang hingga analisis cuaca. Hingga kemudian pada sekitar tahun 1990-an tersedia alat untuk memudahkan analisis sehingga pemasaran prediktif mulai digunakan oleh bisnis.
Manfaat Predictive Marketing
Sejak itu, pemasaran prediktif mulai digunakan oleh kalangan pebisnis untuk bisa meningkatkan efektivitas strategi marketing yang mereka lakukan. Berikut beberapa manfaat predictive marketing dalam bisnis:

1. Perbaiki segmentasi target pasar
Machine learning bisa digunakan untuk membantu pebisnis dalam meningkatkan kualitas keputusan pengelompokan target pasar dengan menganalisis hubungan antar pelanggan.
Dengan hadil analisis data, pebisnis bisa memilah dan membaca segmentasi target pasar dengan cara yang tepat untuk tingkatkan pemasaran. Diharapkan bisa memiliki cara pemasaran yang lebih dipersonalisasi pada pelanggan dan calon pelanggan yang ditarget.
2. Prediksi tren konsumen dengan akurat
Bahwa preferensi dari pelanggan selalu mengalami perubahan sehingga perlu adanya analisis prediktif untuk analisis data yang berasal dari berbagai sumber.
Data yang digunakan meliputi data sentimen pelanggan, konten daring hingga data kontekstual seperti lokasi dan cuaca.
Jika pebisnis bisa mengenali tren yang sedang berkembang di pasar bisnis maka hal tersebut merupakan salah satu keuntungan tersendiri karena berpengaruh besar pada keberhasilan pemasaran.
3. Mempertahankan pelanggan
Strategi pemasaran prediktif juga bisa digunakan untuk melakukan identifikasi pelanggan yang paling berpeluang untuk tak terikat dan kemudian berhenti berlangganan.
Jika sudah terindentifikasi, selanjutnya pelanggan tersebut bisa dimasukkan pada program re-engagement untuk memberikan pengalaman pelanggan yang sudah dipersonalisasi sehingga bisa mencegah pelanggan berhenti berlangganan.
Hal tersebut sangat efektif untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada sehingga risiko kehilangan pelanggan pun bisa diminimalisir.
Cara Kerja Predictive Marketing
Hal penting yang harus diperhatikan dalam predictive marketing adalah untuk mendapatkan data yang akurat. Semakin besar jumlah data yang dimiliki maka hasilnya pun juga akan jauh lebih baik. Strategi pemasaran prediktif menggunakan machine learning dan teknologi kecerdasan buatan yang menerapkan beragam algoritma serta model prediktif untuk melakukan pemasaran prediktif.
Cara kerja predictive marketing yaitu dengan menggabungkan ilmu data dengan pengetahuan dalam bidang pemasaran untuk membuat sebuah prediksi yang cerdas dan tepat. Data yang diprediksi meliputi tentang tindakan apa yang mungkin dilakukan oleh pelanggan, apa produk yang akan mereka beli, kapan waktu mereka melakukan pembelian hingga seberapa besar peluang pelanggan tersebut terlibat dalam saluran tertentu.
Strategi Predictive Marketing
Agar supaya penerapan strategi predictive marketing bisa efektif dan berhasil meningkatkan penjualan dalam bisnis, perhatikan beberapa hal berikut:
- Meski sudah memiliki prediksi untuk pemasaran bisnis, perlu dipahami bahwa sifatnya hanya sebatas perkiraan. Anda tetap harus membuat rencana cadangan untuk antisipasi hal yang tak terduga sehingga strategi pemasaran tetap berjalan lancar.
- Untuk melakukan predictive marketing membutuhkan biaya yang terbilang mahal karena alatnya tak selalu tersedia dengan harga yang terjangkau. Hal tersebut menyebabkan hanya bisnis yang sudah berkembang saja yang menggunakan predictive marketing karena membutuhkan penggunaan alat yang berkualitas.
- Membutuhkan sumber daya manusia yang mampu melakukan pengolahan data dalam jumlah yang banyak. Pengolahan data pada strategi predictive marketing dibutuhkan proses yang panjang meliputi pengumpulan, pemilahan dan analisis data.
Untuk memiliki sumber daya manusia yang kompeten dalam penerapan strategi predictive marketing direkomendasikan untuk mengikuti corporate training yang diselenggarakan oleh Coding Studio.
Ada 3 program yang tersedia untuk perusahaan atau bisnis yang ingin melakukan pelatihan untuk karyawannya. Terdiri dari program belajar offline di Coding Studio IT Learning Center dan di perusahaan atau bisa belajar online melalui Google Meet atau Zoom.

Contoh Predictive Marketing
Di bawah ini adalah contoh predictive marketing dalam memberikan pengaruh pada sebuah bisnis.
Segmentasi pelanggan
Kemampuan membuat segmen pelanggan yang tepat sasaran sesuai perilaku, sifat, preferensi, demografi, usia dan lain sebagainya. Hal tersebut memudahkan pebisnis untuk melakukan pengelompokan dan menargetkan pelanggan sesuai perilaku prediktif di masa yang akan
Membangun pengalaman pelanggan yang baik
Dengan menerapkan strategi prediktif pemasaran, bisnis juga bisa memberikan pengalaman pelanggan yang menarik, lancar dan memuaskan sehingga bisa mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Analisis prediktif yang dibuat bisa menghubungkan data yang dihasilkan dari setiap interaksi pelanggan.
Alat rekomendasi sesuai preferensi
Predictive marketing adalah sebuah alat yang didesain menjadi mesin rekomendasi untuk meningkatkan nilai setiap pelanggan dan dipakai pada semua pengalaman pelanggan.
Semua rekomendasi yang diberikan pada pelanggan disesuaikan dengan data riwayat pembelian pelanggan, data gaya hidup serta data lainnya yang berkaitan.
FAQ
Apa itu prediksi dalam pemasaran?
Dalam dunia bisnis, predictive marketing atau pemasaran prediktif adalah sebuah ide yang dilakukan untuk tujuan mengambil data yang tersedia dan relevan kemudian menggunakannya untuk membuat keputusan pemasaran yang lebih tepat sasaran. Jenis pemasaran tersebut memberikan peluang untuk pebisnis untuk mengambil keputusan bisnis yang efektif, tepat sasaran dan minim risiko.
Apa saja metode yang digunakan dalam strategi marketing?
Ada beberapa jenis strategi pemasaran yang paling efektif untuk diterapkan di antaranya adalah:
– Pemasaran media sosial
– Pemasaran interaktif
– Iklan berbayar
– Pemasaran transaksional
– Pemasaran konten
– Pemasaran earned media
– Pemasaran inbound
– Telemarketing
Mengapa diperlukan adanya analisis prediktif dalam pemasaran?
Diketahui analisis prediktif bisa membantu pemasar untuk membuat keputusan yang lebih baik mengenai wawasan apa yang bisa terjadi di masa yang akan datang.
Apa itu analisis prediktif?
Analisis prediktif merupakan sebuah proses penggunaan data untuk memperkirakan hasil di masa yang akan datang. Dalam proses tersebut menggunakan analisis data, kecerdasan buatan, model statistik dan machine learning untuk bisa menemukan pola yang bisa digunakan untuk memprediksi perilaku yang akan terjadi di masa depan.
Mengapa analisis prediktif penting dalam dunia bisnis?
Analisis prediktif bisa membantu bisnis modern untuk meminimalisir risiko bagi bisnis dan pelanggan mereka dengan menggunakan data sehingga bisa menentukan seperti apa risiko tersebut.