Google Tag Manager adalah salah satu alat bantu yang banyak dimanfaatkan oleh kalangan blogger untuk mengelola tag di blog mereka. Tujuan penggunaan alat tersebut adalah untuk meningkatkan keefektifan penggunaan kode tracking dalam blog. Selain itu, juga bisa digunakan untuk mengamati perilaku dan tindakan konsumen pada toko online yang sedang dikelola.
Pengertian Google Tag Manager
Apa itu Google Tag Manager yaitu sebuah alat untuk mengelola tag yang bisa memudahkan web developer untuk menambahkan serta memperbarui tag yang ada di website tanpa harus mengubah kode sumber secara langsung.

Anda bisa melakukan pengelolaan semua tag tersebut dari satu tempat, sehingga kegiatan pengelolaan website menjadi lebih efisien dan minim dari risiko membuat kesalahan. Hal tersebut juga yang membuat alat ini direkomendasikan untuk digunakan pengelola website yang mempunyai keterbatasan dalam bidang pengetahuan secara teknis.
Fungsi Google Tag Manager
Mengapa penggunaan Google Tag Manager menjadi begitu penting untuk website? Fungsi umum dari Google Tag Manager adalah untuk memasukkan kode pada website yang dikelola meskipun dilakukan tanpa memahami atau membuka script pada website secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa fungsi Google Tag Manager:
1. Melakukan pengawasan pada pengguna
Fungsi yang pertama adalah untuk melakukan pengawasan atau monitoring pada para pengguna yang berkunjung ke website. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menghitung durasi waktu yang dibutuhkan oleh pengguna ketika menekan tombol atau link menuju website hingga menutup jendela website.
2. Mudahkan proses input tag atau kode
Google Tag Manager juga bisa memudahkan seorang pemasaran digital untuk melakukan input kode atau tag pada website yang dikelolanya. Hal tersebut otomatis akan membuat web developer terpotong rantai kerjanya dikarenakan pihak pemasaran digital tak memberi pesanan lagi. Sehingga proses kerja mereka pun jadi lebih efektif dan efisien.
3. Memudahkan analisis kegiatan pengguna
Fungsi lainnya adalah untuk membantu analisis kegiatan para pengguna yang berkunjung pada website dengan menggunakan sumber data dari Google maupun iklan Facebook. Selain itu juga bisa memudahkan pengguna untuk melakukan pemasangan iklan Google atau Facebook Pixel.
4. Mudahkan tracking website
Membantu memudahkan kegiatan tracking website yang dilakukan oleh pemilik website tanpa harus membutuhkan penanganan khusus dari web developer.
5. Tingkatkan efektivitas tag dalam website
Bisa membantu tingkatkan efektivitas penggunaan tag dalam blog atau website secara gratis sehingga pengguna tak perlu mengeluarkan biaya untuk bisa menikmati layanan.
6. Kemudahan mengatur tag
Google Tag Manager juga bisa memudahkan pengelola web untuk mengatur tag dengan lebih cepat karena bisa melakukannya sendiri. Selain itu juga membuat web memiliki online interface sehingga lebih mudah untuk digunakan.
7. Membantu proses pengecekan
Google Tag Manager mempunyai sebuah alat preview yang bisa digunakan untuk mengecek apakah ada masalah sebelum lakukan update pada website. Hal tersebut sangat penting untuk menghindarkan adanya kesalahan dan memastikan bahwa data yang di input tetap di-track dengan benar.

Cara Menggunakan Google Tag Manager
Untuk bisa menggunakan layanan Google Tag Manager, terlebih dahulu Anda perlu memasangnya di website yang dikelola. Berikut tutorial pemasangan Google Tag Manager adalah sebagai berikut:
- Kunjungi website Google Tag Manager, lalu lakukan log in untuk menggunakan akun Google yang sudah dimiliki sebelumnya
- Setelah berhasil melakukan proses log in, selanjutnya Anda akan diarahkan pada dashboard Google Tag Manager. Namun halaman tersebut masih kosong karena Anda belum melakukan perubahan apa pun.
- Cari menu bertuliskan “Buat Akun” kemudian klik menu tersebut untuk memulai pembuatan akun
- Isi formulir yang tersedia dengan memasukkan data yang diminta dengan lengkap dan jelas, seperti nama akun, nama kontainer, negara dan platform target. Kemudian klik menu “Buat”
- Baca bagian Syarat dan Ketentuan pengguna yang dimiliki oleh Google Tag Manager, kemudian berikan tanda centang pada kotak persetujuan yang ada di bawah. Klik tombol “YA” yang terletak di sudut bagian atas halaman.
- Selanjutnya Anda akan melihat tampilan script yang harus diisikan pada CMS. Jika Anda sudah menggunakan WordPress, langkah tersebut bisa dilewati karena hanya membutuhkan ID Google Tag Manager saja.
- Salin ID Google Tag Manager yang tersedia untuk diletakkan di WordPress.
- Buka laman WordPress untuk kemudian lakukan log in dengan menggunakan alamat email dan password
- Buka laman pengaturan untuk memilih tab “Plugin” sehingga bisa mengatur alat tambahan yang akan diinstal pada website terkait
- Cari menu plugin yang bertuliskan Google Tag Manager, kemudian mulai proses instalasi. Anda mungkin akan membutuhkan waktu beberapa saat hingga proses instalasi selesai. Setelah itu Anda bisa langsung mengaktifkannya.
- Lakukan paste ID yang diperoleh dari website Google Tag Manager pada kolom yang sudah ditentukan.
- Aktifkan pilihan Codeless Injection pada pilihan Container Code Placement lalu pilih tombol untuk “Simpan Perubahan”
Klik tombol “Pratinjau” untuk memastikan apakah Google Tag Manager sudah terpasang dengan baik atau belum. Jika Google Tag Manager belum terlihat muncul pada website, Anda bisa mencoba untuk mengulangi langkah cara menggunakan Google Tag Manager tersebut di atas.
Itulah beberapa informasi tentang Google Tag Manager adalah sebuah platform yang sangat membantu web developer atau praktisi SEO untuk maksimalkan website-nya. Pelajari seputar cara pembuatan Google Tag Manager selengkapnya bersama Coding Studio.
Selain bisa mengasah skill Anda dalam bidang web developer, juga bisa membantu Anda bisa tetap fokus pada strategi pemasaran dan pengembangan bisnis. Yuk daftar sekarang juga.
FAQ
Untuk apa Google Tag Manager digunakan?
Google Tag Manager merupakan sebuah sistem manajemen tag yang memberikan peluang untuk Anda bisa menyiapkan dan mengelola tag di website tanpa harus mengubah kode website terlebih dahulu.
Apa fungsi dari Google Tag Manager?
Google Tag Manager mempunyai fungsi yang sama seperti halnya tag pada Google, yaitu melakukan konfigurasi sekaligus men-deploy tag yang ada di website ataupun aplikasi seluler secara langsung dari tampilan antarmuka berbasis web yang mudah digunakan.
Apa saja dua kemampuan Google Tag Manager?
Google Tag Manager memungkinkan pengguna untuk mendelegasikan akses website pada pengguna lainnya di tingkat akun dan penampung. Di tingkat akun, pengguna bisa memperoleh kemampuan untuk melihat hingga mengelola akun. Sedangkan di tingkat penampung, pengguna bisa mendapatkan hak untuk membaca, melakukan pengeditan, menyetujui hingga mempublikasikan akun.
Apa saja yang bisa dilacak oleh Google Tag Manager?
Google Tag Manager memberikan peluang untuk Anda bisa melacak semua perilaku atau interaksi pengguna yang bisa dibayangkan. GA4 hadir dengan beragam data pengguna yang disajikan langsung dari kotaknya. Meski demikian, peristiwa dan metrik halaman yang sederhana hanya bisa memberitahukan apa yang sedang terjadi.
Data apa yang dikumpulkan Google Tag Manager?
Google Tag Manager bisa mengumpulkan informasi mengenai bagaimana layanan digunakan dan bagaimana serta jenis tag apa yang digunakan. Kami bisa menggunakan data tersebut untuk membantu tingkatkan, melakukan pemeliharaan, melindungi serta mengembangkan layanan
sebagaimana yang dijelaskan dalam kebijakan privasi pengguna. Akan tetapi pihak Google tidak akan membagikan data tersebut dengan produk Google lainnya tanpa persetujuan pengguna.