Tidak ada sistem yang 100% aman. Sistem yang selama ini Anda anggap aman bisa saja memiliki celah keamanan tersembunyi. Jika tidak memberikan tindakan secepatnya, celah ini dapat dimanfaatkan para hacker untuk meretas sistem dan mencuri data-data penting kita.
Salah satu ancaman siber yang paling berbahaya adalah backdoor attack. Serangan ini umumnya sulit terdeteksi karena sengaja dibuat atau disusupkan dalam sistem. Dengan begini, para hacker dapat memperoleh akses tidak sah tanpa sepengetahuan Anda sebagai pihak pengguna atau administrator.
Sebelum mengetahui cara mencegahnya, alangkah baiknya Anda pahami dahulu pengertian, jenis-jenis backdoor attack, dan dampak yang ditimbulkan!
Apa Itu Backdoor Attack?

Backdoor attack adalah sebuah metode penyusupan ke dalam sistem tanpa otorisasi resmi. Para pelakunya akan memanfaatkan celah keamanan lalu membuat akses masuk tidak sah pada sistem, aplikasi, atau perangkat keras yang digunakan.
Dengan akses ini, mereka dapat mengontrol, mencuri data, atau bahkan merusak sistem tanpa sepengetahuan pengguna.
Tujuan backdoor attack cukup bervariasi–seperti pencurian data, instalasi malware, hingga menjalankan perintah langsung di sistem targetnya.
Baca juga: Backdoor Attack: Cara Kerja dan Mengatasinya
Jenis-jenis Backdoor Attack
Tahukah Anda bahwa jenis-jenis backdoor attack sangat beragam dan terus berkembang seiring kemajuan teknologi? Setiap jenisnya juga memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:
1. Software Backdoor
Seperti namanya, backdoor ini biasanya disisipkan dalam perangkat lunak. Bentuknya antara lain seperti Trojan Horse atau malware lain yang menyamar sebagai program sah.
Biasanya, para hacker akan memanfaatkan aplikasi bajakan atau update software palsu untuk menyisipkan backdoor ke dalam sistem. Saat berhasil terinstal, backdoor ini memberikan akses penuh ke pihak hacker tanpa sepengetahuan Anda sebagai pengguna resminya.
2. Hardware Backdoor
Jenis serangan ini tertanam langsung dalam perangkat keras–seperti chip, router, atau perangkat jaringan yang sudah dimodifikasi. Hardware backdoor cenderung lebih sulit dideteksi karena lebih tersembunyi dan bisa mengontrol sistem Anda dari dalam.
3. Rootkit Backdoor
Rootkit backdoor akan menyusup ke sistem operasi Anda dan menyembunyikan keberadaannya. Ini membuatnya sulit terdeteksi oleh antivirus atau sistem keamanan yang Anda gunakan.
Dengan rootkit, para hacker dapat mengendalikan sistem Anda secara tersembunyi. Bahkan, mereka juga dapat mengubah file, mencuri data, atau menonaktifkan fitur keamanan secara diam-diam.
4. Web Shell Backdoor
Backdoor ini umumnya dipasang pada server web dan berbentuk skrip atau kode berbahaya–seperti PHP shell. Dengan kode tersebut, pelakunya dapat mengakses dan mengontrol server Anda dari jarak jauh.
Jenis backdoor attack ini biasanya digunakan untuk mencuri data, mengubah konten web, atau melancarkan serangan lanjutan ke jaringan internal perusahaan.
5. Backdoor Melalui Injeksi Kode
Dalam jenis ini, para hacker akan menyisipkan kode-kode berbahaya–seperti SQL Injection atau Cross-Site Scripting–ke dalam software yang Anda gunakan. Ini dapat membuka akses tidak sah ke aplikasi atau database penting.
Teknik ini akan memanfaatkan kelemahan validasi input pada aplikasi web. Hal tersebut yang memudahkan hacker untuk menanamkan skrip berbahaya yang dieksekusi oleh sistem.
6. Backdoor Melalui Eksploitasi Kerentanan
Hacker akan memanfaatkan celah keamanan pada software atau konfigurasi sistem yang lemah untuk menyisipkan backdoor. Selain itu, software dengan konfigurasi default yang mudah ditebak juga sangat rentan ditargetkan. Inilah salah satu alasan mengapa Anda perlu melakukan patching dan update sistem secara berkala.
7. Backdoor Melalui Trojan Horse
Backdoor ini akan menyamar sebagai aplikasi atau file yang tampak aman sehingga Anda akan menginstalnya tanpa merasa curiga.
Sebelum itu, hacker juga akan menggunakan teknik social engineering agar Anda mengunduh dan menjalankan Trojan ke dalam sistem. Dengan begitu, mereka akan mendapatkan akses ke sistem yang digunakan.
8. Backdoor Jaringan dan Akses Fisik
Jenis backdoor ini akan dipasang melalui akses fisik ke perangkat atau melalui perangkat jaringan yang rentan. Sebagai contohnya, seseorang bisa memasang hardware backdoor jika memiliki akses ke server atau membuka jalur masuk ke jaringan Anda melalui router yang belum diamankan.
Dampak dan Bahaya Backdoor Attack
Jangan sesekali menganggap remeh dampak dari backdoor attack! Berikut adalah beberapa bahaya yang mengintai jika sistem Anda terinfeksi serangan backdoor:
1. Pencurian Data
Saat mendapatkan akses tidak resmi, para hacker dapat mencuri data sensitif Anda–seperti informasi pelanggan, data keuangan, atau rahasia perusahaan. Data-data ini kemudian akan mereka jual atau digunakan untuk pemerasan. Hal ini akan menimbulkan kerugian finansial, bagi individu maupun bisnis.
2. Pengambilalihan Sistem
Dengan akses backdoor, para hacker dapat mengambil alih kendali penuh atas sistem. Mereka bahkan bisa mengubah konfigurasi, menghapus data, atau bahkan mematikan sistem secara total, yang dapat melumpuhkan operasional bisnis Anda.
3. Penyebaran Malware

Backdoor attack juga sering digunakan sebagai akses utama untuk menyebarkan malware lain–seperti ransomware atau spyware. Setelah sistem Anda terinfeksi, malware ini bisa menyebar ke perangkat lain di jaringan dan memperparah kerusakan.
4. Serangan DDoS
Selanjutnya, hacker bisa menggunakan sistem Anda yang sudah terinfeksi sebagai botnet untuk melancarkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Serangan ini akan membuat website atau layanan online Anda tidak dapat diakses oleh pengguna yang sah.
5. Kerugian Finansial dan Reputasi
Selain kerugian materi berbentuk pencurian data atau gangguan operasional, perusahaan juga bisa mengalami kehancuran reputasi. Ini disebabkan karena pelanggan akan merasa ragu untuk memercayakan data-data pribadinya pada bisnis yang pernah terkena serangan siber.
Selain itu, Anda tentu harus mengeluarkan biaya pemulihan yang sangat mahal–baik untuk memulihkan sistem maupun berkurangnya produktivitas selama backdoor attack terjadi.
Cara Mencegah dan Mengatasi Backdoor Attack
Lalu, bagaimana cara efektif melindungi sistem Anda dari jenis-jenis backdoor attack di atas? Berikut kami sertakan beberapa langkah penting yang wajib Anda lakukan:
1. Update dan Patch Sistem Secara Rutin
Pastikan semua software, sistem operasi, dan aplikasi yang Anda gunakan selalu diperbarui dengan patch keamanan terbaru. Sebuah update biasanya akan menutup celah keamanan yang bisa dimanfaatkan hacker untuk menyisipkan backdoor.
2. Gunakan Antivirus dan Firewall yang Handal

Instal dan aktifkan antivirus serta firewall untuk mendeteksi dan memblokir aktivitas mencurigakan. Anda juga harus memilih perangkat keamanan yang selalu diperbarui dan mampu mengenali varian backdoor terbaru.
3. Monitoring Aktivitas Sistem dan Audit Keamanan Berkala
Selanjutnya, lakukan monitoring aktivitas sistem secara real-time dan audit keamanan secara berkala. Dengan ini, Anda bisa mendeteksi aktivitas abnormal atau backdoor sebelum ia menimbulkan kerusakan lebih lanjut.
Baca juga: Security Audit Adalah: Arti, Fungsi, Aspek, dan Jenisnya
4. Edukasi Pengguna tentang Risiko dan Tanda-tanda Backdoor
Terakhir, ingatlah bahwa Anda bukanlah satu-satunya pihak yang harus berkontribusi terhadap keamanan sistem. Oleh karena itu, berikan edukasi kepada seluruh karyawan bisnis tentang cara mengenali tanda-tanda infeksi pada sistem.
Dengan edukasi tersebut, mereka tidak akan menginstal aplikasi sembarangan atau membuka file mencurigakan.
Tingkatkan Keamanan Siber dalam Bisnis Anda Bersama Coding Studio!
Itulah penjelasan singkat tentang pengertian, jenis-jenis backdoor attack, dampak yang ditimbulkan, hingga cara mencegahnya dengan tepat. Dengan membaca artikel ini, diharapkan Anda bisa lebih aware dan paham akan kerugian yang disebabkan backdoor attack kepada bisnis.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, penting bagi Anda untuk melakukan edukasi kepada karyawan. Sebagai salah satu pilihan, Anda bisa menyelenggarakan pelatihan karyawan tentang cyber security.
Mari tingkatkan keterampilan cyber security seluruh karyawan Anda bersama Coding Studio! Apa yang membedakan corporate training kami dengan yang lain? Coding Studio menghadirkan fleksibilitas bagi Anda untuk mengatur jadwal, materi, hingga metode pembelajarannya.
Selain itu, program ini juga akan dihadiri oleh para pengajar berpengalaman dan bersertifikasi Nasional hingga Internasional. Dengan itu, program kami dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja tim Anda dalam menghadapi tantangan teknologi.
Segera kunjungi website atau isi form pendaftaran berikut untuk konsultasi terkait tujuan dan kebutuhan perusahaan Anda!