Tailgating adalah salah satu teknik ancaman yang sering ditemukan dalam dunia cyber security. Biasanya, pelaku akan menyusup ke area-area penting ketika kita sedang lengah. Serangan yang mereka lakukan bahkan bisa menyebabkan kerugian secara perseorangan maupun perusahaan.
Untuk menghindari hal ini, kita perlu memahami konsep tailgating dasar–seperti pengertian dan cara kerjanya. Mari simak artikel ini untuk memahami pengertian, jenis-jenis, hingga cara mencegah tailgating dengan tepat.
Apa Itu Tailgating dalam Cyber Security?
Tailgating adalah sebuah teknik dalam social engineering yang dilakukan dengan upaya mendapatkan akses ke area atau sistem terbatas. Biasanya, mereka akan mengikuti dan memanfaatkan akses dari pengguna yang sah.
Dalam dunia cyber security, tailgating bukan sekadar soal membuka pintu fisik aja–tetapi juga mencakup cara menembus pertahanan perangkat atau jaringan melalui manipulasi perilaku manusia.
Sifatnya yang mengandalkan kelengahan atau ketiadaan verifikasi dari pengguna membuat tailgating disebut sebagai ancaman serius. Untuk mencegahnya, Anda harus meningkatkan kesadaran dan menerapkan prosedur ketat dalam perusahaan.
Jenis-jenis Tailgating dalam Cyber Security
Untuk menghadapi serangan ini, kita perlu mengenali jenis-jenisnya terlebih dahulu. Dengan ini, Anda dapat menyiapkan sistem keamanan yang lebih adaptif dan menyeluruh.
1. Physical Tailgating
Jenis ini terjadi ketika seorang penyusup mengikuti karyawan atau individu yang memiliki akses sah ke dalam gedung atau ruangan terbatas.
Mereka biasanya akan berpura-pura sedang tergesa-gesa atau membawa banyak barang sehingga
Pelaku biasanya berpura-pura terburu-buru atau membawa banyak barang sehingga target merasa sungkan untuk menutup pintu atau bertanya. Metode ini sangat bergantung pada kelalaian manusia, bukan kegagalan sistem teknologi.
2. Piggybacking
Jenis ini hampir serupa dengan physical tailgating, hanya saja orang dalam yang ditargetkan sengaja memberikan akses penting kepada individu yang tidak berwenang. Hal ini bisa terjadi karena hubungan pribadi, rasa iba, atau bahkan kolusi.
Walaupun tampak sebagai tindakan sopan, piggybacking bisa sangat merugikan jika orang asing tersebut menyalahgunakan akses yang diberikan.
3. Cyber Tailgating
Dalam bentuk ini, pelaku akan memanfaatkan akses perangkat atau sistem yang belum ditutup dengan baik–seperti komputer yang ditinggalkan dalam keadaan login, jaringan Wi-Fi terbuka, atau sesi aplikasi yang belum di-log out.
Mereka bisa mendapatkan akses ke sistem internal perusahaan tanpa perlu memasuki bangunan secara fisik.
4. RFID Tailgating
Para pelakunya akan menggunakan teknologi bernama Radio Frequency Identification (RFID) untuk menyelinap ke sistem akses tanpa ID resmi. Mereka juga akan menggunakan RFID reader untuk menduplikasi sinyal dari kartu akses sah, lalu menggunakannya untuk membuka pintu atau sistem.
Jenis ini lebih canggih dan memerlukan peralatan khusus. Akan tetapi, risikonya meningkat karena banyaknya perusahaan yang menggunakan teknologi ini.
5. Insider Tailgating
Ini merupakan salah satu bentuk serangan paling berbahaya karena dilakukan dengan bantuan dari orang dalam. Mereka akan membantu menyusupkan pelaku ke sistem atau ruang terbatas.
Biasanya, hal ini terjadi untuk mencapai keuntungan pribadi atau mendapat tekanan tertentu. Bentuk serangan ini sulit dideteksi dan Anda perlu melakukan pemantauan internal yang ketat.
Cara Kerja Serangan Tailgating
Berikut adalah penjelasan tentang bagaimana serangan tailgating dijalankan oleh pelakunya:
1. Menunggu dan Mengamati Pintu Akses
Pertama-tama, pelaku akan mengamati pintu masuk atau akses ke area terbatas pada waktu sibuk, seperti pagi hari atau saat istirahat.
Mereka mencari momen yang tepat–ketika seseorang yang sah membuka pintu–agar bisa menyelinap masuk tanpa terdeteksi. Pengamatan pola dan kebiasaan karyawan membantu penyerang menentukan waktu tepat untuk melancarkan aksinya
2. Mengikuti dengan Dekat Saat Pintu Dibuka
Ketika ada karyawan dengan akses yang membuka pintu, pelaku langsung mengikutinya dengan cepat agar pintu tetap terbuka. Seringkali, korban tidak menyadari bahwa ada orang asing yang ikut masuk karena perlakuan pelaku yang terlihat wajar, misalnya berjalan dengan membawa dokumen atau berpakaian seperti pegawai.
3. Penyamarannya Agar Terlihat Meyakinkan
Pelaku tailgating seringkali menyamar sebagai pegawai baru, teknisi, kurir, atau tamu resmi perusahaan supaya tidak menimbulkan kecurigaan. Agar terlihat lebih meyakinkan, mereka bisa menggunakan seragam palsu, membawa kartu identitas palsu atau alat pendukung lainnya.
4. Kurangnya Verifikasi dan SOP Ketat
Serangan tailgating mudah terjadi pada perusahaan yang tidak menerapkan prosedur verifikasi yang ketat. Ini membuat karyawannya sering lalai memeriksa identitas orang yang ikut masuk atau tidak menerapkan standard operating procedure (SOP) terkait pengamanan akses fisik.
5. Memanfaatkan Akses untuk Melakukan Aksi Selanjutnya
Setelah berhasil masuk, pelaku akan melakukan berbagai aktivitas berbahaya–seperti mencuri data penting, mengambil perangkat, memasang malware, atau mengakses sistem yang seharusnya terlindungi.
Dampak Tailgating terhadap Keamanan Siber dan Fisik
Serangan tailgating bukan sekadar pelanggaran kecil. Ia bisa menyebabkan begitu banyak dampak negatif terhadap aspek penting dalam keamanan perusahaan Anda.
1. Akses Data Sensitif dan Rahasia
Ketika pelaku masuk ke area tertentu, mereka bisa langsung menuju perangkat atau server yang menyimpan informasi sensitif. Ini menyebabkan pencurian data keuangan, strategi bisnis, dan informasi pribadi pelanggan dalam hitungan menit.
Jika dibiarkan, kebocoran data ini bisa menjatuhkan reputasi perusahaan Anda di mata pelanggan dan mitra kerja lainnya.
2. Pencurian Perangkat atau Dokumen
Tailgating juga bisa membuka celah bagi pencurian fisik seperti laptop, hard drive, atau dokumen penting yang ditinggalkan. Peluang kerugian seperti ini bisa sangat besar, terutama jika perangkat tersebut belum dienkripsi atau memiliki akses ke sistem internal.
3. Serangan Malware dari Perangkat Asing
Pelaku tailgating bisa memasukkan USB berisi malware ke perangkat kantor. Dalam banyak kasus, terjadi penyebaran malware ke seluruh jaringan hanya dalam beberapa menit. Ini dapat menyebabkan kerusakan data dan pencurian informasi.
Selain itu, beberapa dari mereka juga akan menerapkan ransomware, yaitu mengenkripsi sistem untuk meminta tebusan dalam jumlah banyak.
4. Kompromi Sistem Keamanan
Sekali pelaku masuk ke dalam area terbatas, seluruh sistem keamanan perusahaan bisa terancam. Mereka bisa mengakses ruang server, merusak infrastruktur IT, atau menonaktifkan sistem alarm dan CCTV. Dalam jangka panjang, kerentanan ini memperbesar peluang terjadi serangan berikutnya.
Cara Mencegah Tailgating dalam Cyber Security
Untuk menjaga keamanan fisik dan siber perusahaan, Anda perlu menyusun upaya pencegahan yang tepat. Terapkan langkah-langkah penting seperti di bawah ini!
1. Edukasi dan Sosialisasi Internal
Pertama, berikan pelatihan kepada seluruh karyawan tentang bahaya tailgating dan cara mencegahnya secara berkala. Edukasi ini juga sebaiknya mencakup contoh kasus nyata supaya mereka lebih bisa memahami dan mengaitkannya dengan lingkungan kerja.
2. Wajibkan Verifikasi Identitas
Pastikan setiap orang yang memasuki area terbatas memiliki identitas resmi yang dapat diperiksa–seperti kartu ID, sistem biometrik, atau pengawasan petugas keamanan. Hindari memberikan toleransi terhadap orang yang tidak membawa identitas atau meminta ikut masuk bersama pengguna sah.
3. Dorong Budaya Laporkan Segera
Mulailah budaya keamanan dari hal sederhana, misalnya mendorong karyawan untuk melaporkan aktivitas mencurigakan. Jangan lupa untuk menyediakan fasilitas berupa saluran komunikasi yang mudah dan aman agar mereka tidak takut menyampaikan laporan.
4. Pasang Poster dan Peringatan Visual
Gunakan poster informatif di titik-titik akses tertentu, seperti pintu masuk, lift, dan tangga. Visual yang kuat dan peringatan yang jelas akan menjadi pengingat efektif bagi semua pihak untuk selalu waspada terhadap potensi ancaman.
5. Gunakan Sistem Keamanan Berlapis
Terakhir, Anda bisa menggunakan beberapa teknologi seperti access control system, kamera CCTV, software monitoring, dan security staff profesional. Sistem keamanan yang terintegrasi dan berlapis akan memperkecil peluang serangan tailgating dan mempercepat respons jika insiden terjadi.
Tingkatkan Keamanan Siber Perusahaan Anda bersama Coding Studio!
Itulah konsep dasar tailgating yang perlu dipahami. Sekarang, seharusnya Anda sudah memahami bahwa tailgating adalah ancaman nyata yang harus ditangani dengan serius. Selain mengetahui jenis-jenis serangan hingga cara kerja dan dampaknya, sebaiknya lakukan pencegahan sesegera mungkin untuk menjaga keamanan siber dan fisik perusahaan.
Sebagai salah satu upaya preventif, Anda bisa membekali mereka dengan mendaftarkannya ke program corporate training dari Coding Studio. Di sini, Anda bisa mengatur jadwal, metode pembelajaran, hingga materi yang dipelajari–salah satunya tentang keterampilan cyber security.
Selain itu, program ini juga akan dihadiri oleh para pengajar berpengalaman dan bersertifikasi Nasional hingga Internasional. Dengan itu, program kami dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja tim Anda dalam menghadapi tantangan teknologi.
Segera kunjungi website atau isi form pendaftaran berikut untuk konsultasi terkait tujuan dan kebutuhan bisnis Anda!