Baik pekerja maupun pelajar, kamu tetap perlu memahami cara analisis data. Ini disebabkan karena data-data tersebut memuat insight yang memudahkanmu untuk memilih keputusan yang tepat, jadi tidak berdasarkan asumsi saja!

Bagaimana jika kamu masih belum paham caranya? Tenang saja, tidak ada kata terlambat untuk belajar analisis data. Untuk memulainya, kamu perlu memahami dasar-dasar yang harus dipelajari, tahapan analisis data, serta tools yang penting digunakan.

Yuk simak artikel ini!

Pentingnya Belajar Analisis Data

Pentingnya Belajar Analisis Data

Taukah kamu bahwa data sudah menjadi bagian dari HAMPIR setiap aspek kehidupan? Dengan menganalisis data, kamu tidak perlu repot-repot membuat asumsi dalam mengambil keputusan yang penting.

Selain itu, kemampuan analisis data juga membuka peluang karier yang luas–mulai dari finance, marketing, hingga tim IT. Keterampilan ini juga membuatmu memahami pola dan tren, sehingga siap menghadapi perubahan yang cepat!

Dasar-dasar yang Harus Dikuasai dalam Analisis Data

Sebelum masuk ke tools dan tekniknya, mari perkuat pondasimu dahulu! Pelajari berbagai konsep statistik dasar dan cara berpikir analitis sebagai bekal awalmu.

1. Konsep Mean, Median, Standar Deviasi, dan Korelasi

Konsep Mean, Median, Standar Deviasi, dan Korelasi

Pahami konsep tentang mean, median, hingga hubungan antar variabel. Dengan konsep ini, kamu bisa mengenali pola dan membuat keputusan berbasis data. 

Konsep ini juga biasanya digunakan hampir di semua analisis, baik yang sederhana maupun kompleks.

2. Mengenal Tipe Data

Tipe data juga menentukan jenis analisis yang bisa kamu lakukan. Misalnya, data waktu  lebih cocok untuk prediksi tren. Berbeda dengan data kategorik yang digunakan untuk perbandingan antar grup. 

Selain itu, mengenali tipe data juga membuatmu dapat memilih cara memvisualisasikannya dengan tepat!

3. Latihan Soal untuk Memperkuat Konsep Statistik Dasar

Belajar tidak akan lengkap tanpa adanya praktik! Untuk itu, perbanyak latihan untuk mencari nilai mean atau cara interpretasi standar deviasi untuk mengasah keterampilan berpikir logis. Tak hanya itu, kamu juga bisa melakukan pengolahan data nyata dengan lebih cepat.

Baca juga: Contoh Analisis Data Sederhana dengan Excel versi Coding Studio

4. Membangun Pola Pikir Analitis

Ingatlah bahwa analisis data tidak hanya berbentuk spreadsheet atau coding. Terbiasa dengan data membuatmu bisa membandingkan harga, melihat tren, atau memilih rute transportasi tercepat dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi tanda bahwa kamu punya pola pikir analitis yang kuat.

Mempelajari Tahapan Analisis Data

Saat menganalisis data, kamu akan dihadapkan oleh tahapan-tahapan berikut secara terstruktur. Pelajari setiap proses ini supaya hasil analisismu bisa diandalkan dan informatif.

  • Proses Pengumpulan Data dari Berbagai Sumber: Pertama, kamu harus mengumpulkan data yang relevan. Data ini bisa berasal dari survei, database internal perusahaan, API, atau hasil scraping dari web. 
Teknik Data Cleaning dan Validasi Data
  • Teknik Data Cleaning dan Validasi Data: Biasanya, data yang masih mentah juga mengandung kesalahan, seperti duplikat atau data kosong. Untuk itu, kamu harus melakukan teknik data cleansing untuk menghindari hasil analisis yang tidak akurat!
  • Pengolahan dan Analisis hingga Pembuatan Insight: Setelah data bersih, kamu bisa mulai melakukan analisis. Gunakan metode statistik atau visualisasi data untuk menemukan pola dan tren.

Tools Penting untuk Belajar Analisis Data

Dengan menguasai tools di bawah ini, proses belajar analisis data akan lebih mudah dan efisien! Yuk kenali beberapa alat penting yang wajib kamu kenali dan kuasai.

1. Add-ins Excel yang Bermanfaat untuk Data Analyst

Ternyata, Excel memiliki banyak adds-in seperti Analysis ToolPak yang sangat berguna untuk statistik dasar. Manfaatkan fitur ini untuk membuat regresi, histogram, hingga uji hipotesis dengan mudah!

2. Belajar Query Dasar SQL seperti SELECT dan JOIN

Query JOIN dalam SQL

Sumber: DQLab

SQL adalah bahasa yang umum digunakan untuk mengambil dan mengolah data dari database. Saat belajar SQL, mulailah dari query dasar seperti SELECT, WHERE, hingga JOIN untuk menggabungkan tabel.

3. Library Populer Python: Pandas, Matplotlib, Seaborn

Kalau kamu tertarik ke bidang data science, kamu wajib mempelajari bahasa pemrograman Python. Gunakan juga library Pandas untuk manipulasi data sementara Matplotlib dan Seaborn untuk visualisasi. Tools ini sangat fleksibel dan banyak digunakan di industri.

Baca juga: Library Python untuk Data Science

4. Platform Gratis untuk Latihan Coding dan Analisis Data

Platform Gratis untuk Latihan Coding dan Analisis Data

Manfaatkan platform seperti Kaggle, DataCamp, atau Google Colab untuk latihan coding dan eksplorasi data. Ada banyak proyek mini dan dataset gratis yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan kemampuan secara mandiri.

Nah jika kamu membutuhkan proyek mini terkait data analyst atau coding, cobalah untuk mengikuti kelas data analyst GRATIS dari Coding Studio! Klik link di atas untuk mendaftarkan dirimu, ya!

Mulai Langkahmu Menjadi Data Analyst Pemula yang Siap Berkembang!

Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat belajar analisis data untuk pemula. Ingat, mulai dengan mempelajari konsep dasar, tahapan, hingga tools yang dapat digunakan. Utamakan konsistensi dan semangat belajar yang tinggi supaya kamu semakin jago!

Selain mengikuti panduan di atas, rasanya sedikit kurang jika kamu tidak mengikuti pembelajaran eksternal. Yuk, pertimbangkan untuk mengikuti kursus data analyst dari Coding Studio! 

Dalam kelas ini, kamu akan mempelajari konsep dasar pengolahan data, visualisasi, hingga cara menggunakan tools populer, salah satunya Matplotlib.

Berkat pendekatan praktis dan berbasis proyek nyata, kamu bisa memahami pola data, menghasilkan insight bernilai, serta menyusun portofolio profesional untuk berkarier sebagai data analyst.

Sudah cukup tertarik? Yuk, klik tautan di atas dan mulai langkah awalmu untuk menjadi data analyst handal bersama kami!