Mengikuti program pelatihan internasional untuk pertama kalinya selalu membawa pengalaman dan sudut pandang baru. Bagi Raihan Akbar, seorang Systems Analyst dari Coding Studio, kesempatan menjadi salah satu delegasi International Training of Trainers (ToT) Batch 6 di Suzhou Industrial Park Institute of Vocational Technology (SIPIVT) menjadi momen penting untuk melihat secara langsung seberapa jauh perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan otomasi di Tiongkok.

Meskipun sempat merasa grogi di awal karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan ruang kelas yang didominasi akademisi pasca sarjana (S2) dan doktor (S3) bahkan ada guru besar (Professor) yang ikut berpartisipasi, namun Raihan berhasil mengikuti seluruh alur pembelajaran dengan baik. Berikut adalah catatan perjalanan, pengamatan sistem, serta insight teknis yang dibagikan oleh Raihan.

Kesan Pertama: Berani Keluar dari Zona Nyaman

Perjalanan menuju Suzhou menjadi pengalaman pertama Raihan belajar di luar negeri. Di awal program, perasaan campur aduk antara deg-degan dan antusias mewarnai langkahnya.

“Hai, aku Raihan, Systems Analyst dari Coding Studio. Jujur, waktu tahu bakal berangkat ke Tiongkok, rasanya deg-degan banget. Bukan cuma karena materinya, tapi ini pengalaman pertama aku belajar ke luar negeri dengan bahasa dan lingkungan baru. Tapi justru itu yang bikin excited, karena penasaran seberapa jauh perkembangan AI di sana,” ungkap Raihan.

Begitu tiba, pengamatan pertamanya langsung tertuju pada bagaimana teknologi navigasi dan lalu lintas saling terintegrasi. Aplikasi peta digital di Tiongkok sudah terhubung secara real-time dengan sistem lampu lalu lintas kota.

Hal sederhana tersebut memberikan gambaran nyata bahwa kualifikasi skill masa depan tidak hanya sebatas kemampuan menggunakan tools AI, melainkan pemahaman mendalam tentang bagaimana data, sistem, dan teknologi saling terhubung untuk menyelesaikan masalah secara efektif.

Kesan Pertama Berani Keluar dari Zona Nyaman

Jurnal Pembelajaran Minggu ke Minggu (Minggu 1–4)

Selama empat minggu di SIPIVT, kurikulum yang diikuti Raihan berfokus pada eksplorasi aplikasi AI modern, pemrosesan bahasa alami (NLP), computer vision, hingga otomatisasi alur kerja:

Minggu 1: Eksplorasi Vibe Coding dan Logika Game

Pada minggu pertama, pembelajaran diawali dengan pemanfaatan AI untuk pengembangan aplikasi secara cepat (vibe coding).

  • Materi & Praktik: Menggunakan instruksi berbasis AI (prompting) untuk merancang logika dan membangun aplikasi game sederhana seperti Flappy Bird dan Tic-Tac-Toe secara efisien.

Minggu 2: Computer Vision dan Model YOLO

Minggu kedua berfokus pada pengolahan citra digital untuk identifikasi objek.

  • Materi & Praktik: Membangun sistem deteksi objek (object detection) untuk mengenali barang serta manusia, dilanjutkan dengan praktik pelabelan gambar (image labeling) memanfaatkan model algoritma YOLO.

Minggu 3: Autonomous Driving & Pelatihan LLM (RLHF)

Minggu ketiga mendalami perhitungan matematis di balik sistem kendaraan otonom serta logika pemodelan AI tingkat lanjut.

  • Materi & Praktik: Mempelajari arsitektur sistem pengemudian otonom secara matematis, membuat simulator autonomous driving, serta memahami bagaimana Large Language Model (LLM) dilatih menggunakan metode Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF).

Minggu 4: Automation System dengan Dify

Minggu terakhir difokuskan pada pengolahan alur kerja otomatis berbasis AI orchestration.

  • Materi & Praktik: Merancang automation system memanfaatkan tools Dify. Salah satu studi kasus utama yang dibuat adalah sistem penyaringan Curriculum Vitae (CV) otomatis untuk kebutuhan rekrutmen kerja.

Insight dari Kunjungan Industri (Company Visit)

Selama program berlangsung, Raihan berkesempatan mendatangi empat lokasi strategis yang menampilkan penerapan AI dan teknologi terkini di Tiongkok:

  1. Tongcheng Travel: Perusahaan layanan pemesanan tiket yang mengintegrasikan AI DeepSeek. Cukup dengan satu instruksi (prompt), AI dapat memproses pencarian hingga tahap pembayaran secara otomatis.
  2. AI Speech: Perusahaan pengembang teknologi voice-to-text dan text-to-voice. Produknya diterapkan pada kendaraan listrik (EV) serta fasilitas smart co-working space yang mengintegrasikan AI pada ruang kerja fisik.
  3. Microsoft Metaverse: Pusat R&D produk AI Microsoft di Tiongkok yang menampilkan berbagai showcase riset dan implementasi teknologi kecerdasan buatan terkini.
  4. Suzhou Science and Technology Museum: Kawasan museum edukasi yang menampilkan sejarah perkembangan sains, teknologi, serta inovasi Tiongkok.
Observasi Sistem dan Refleksi Infrastruktur

Observasi Sistem dan Refleksi Infrastruktur

Sebagai seorang Systems Analyst, Raihan menyoroti bagaimana keterhubungan infrastruktur publik di Tiongkok didukung oleh teknologi yang teratur. Layanan transportasi berbasis aplikasi terintegrasi langsung dengan sistem lalu lintas kota, sehingga lalu lintas lebih mudah dipantau, minim pelanggaran, dan efisien.

Pemerataan fasilitas yang didukung teknologi kontrol yang baik ini menjadi catatan penting dalam membangun ekosistem digital yang matang.

Kesimpulan

Pengalaman satu bulan di Suzhou memberikan perspektif baru bagi Raihan Akbar dalam memahami peran sistem analis di era AI: teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan fondasi untuk membangun alur kerja yang jauh lebih efisien.

Ingin mempelajari pemrograman AI, pemrosesan data, hingga otomatisasi alur kerja dengan kurikulum berstandar industri global? Pelajari selengkapnya di School of AI Coding Studio.