Keikutsertaan Tim Coding Studio, Raihan Akbar, Ario Purba, Dimas Ridho, dan Neta Aulya Kurnia Ningrum, dalam International Training of Trainers (ToT) Batch 6 di Suzhou Industrial Park Institute of Vocational Technology (SIPIVT) membawa banyak perspektif baru. Selama satu bulan penuh di Jiangsu, Tiongkok, keempatnya mempelajari penerapan nyata Artificial Intelligence (AI) dan teknologi otomasi langsung dari pusatnya.
Sebagai pembuka dari rangkaian cerita Tim Coding Studio, Ario Purba membagikan pengalaman, insight teknis per minggu, serta refleksinya selama menjalani pelatihan intensif tersebut.
Kesan Pertama: Integrasi Teknologi dalam Kehidupan Sehari-hari
Tiba di Tiongkok, hal pertama yang menarik perhatian Ario adalah bagaimana teknologi telah melekat secara alami dalam operasional harian masyarakat. Pembayaran digital, sistem navigasi, transportasi umum, hingga layanan publik bekerja dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
“AI di sana bukan lagi sekadar wacana futuristik, melainkan alat kerja harian yang meningkatkan efisiensi. Yang tidak kalah berkesan adalah eratnya sinergi antara kampus, perusahaan, dan pemerintah dalam menyiapkan talenta industri,” ungkap Ario.

Jurnal Pembelajaran Minggu ke Minggu (Minggu 1–4)
Selama empat minggu di SIPIVT, kurikulum dirancang secara padat dengan kombinasi teori kelas, praktik laboratorium, dan kunjungan industri (industry visit).
Minggu 1: AI Vision & Computer Vision
Fokus pembelajaran minggu pertama berpusat pada Computer Vision untuk kebutuhan manufaktur, mencakup image recognition, quality control otomatis, industrial inspection, dan predictive maintenance.
- Praktik: Membangun model deteksi objek dan defect detection pada jalur produksi.
- Insight Utama: Penerapan AI terbesar di industri manufaktur bekerja “di belakang layar”, seperti menginspeksi cacat produk secara real-time untuk menjaga standar kualitas.
Minggu 2: Autonomous Driving
Minggu kedua mendalami teknologi kendaraan otonom, mulai dari sistem sensor, sensor fusion, sistem navigasi, hingga autonomous decision making.
- Praktik: Simulasi sistem navigasi kendaraan otonom serta kunjungan ke fasilitas pengujian kendaraan.
- Insight Utama: Kendaraan otonom merupakan orchestrasi kompleks antara hardware (sensor), computer vision, dan ekosistem software yang mengambil keputusan secara presisi dalam hitungan milidetik.
Minggu 3: Industrial Robotics & Automation
Sektor robotika industri menjadi topik yang paling menarik perhatian Ario selama program berlangsung.
- Praktik: Pemrograman robot industri (Robot Kinematics), simulasi menggunakan RobotStudio, path planning, teach pendant, serta kalibrasi robot pada proses produksi.
- Insight Utama: Robot hanyalah media kerja. Nilai tambah yang sesungguhnya berada pada keahlian engineer dalam merancang workflow, mensimulasikan sistem, dan memastikan efisiensi alur produksi secara menyeluruh.
Minggu 4: Drone Technology & Penutupan
Minggu terakhir ditutup dengan eksplorasi arsitektur sistem drone, integrasi sensor, autonomous drone, hingga swarm drone coordination.
- Praktik: Simulasi penerbangan otonom dan penyusunan presentasi proyek akhir.
- Insight Utama: Drone di Tiongkok telah dimanfaatkan secara luas untuk kebutuhan logistik, pemetaan wilayah, dan inspeksi infrastruktur yang memberikan dampak ekonomi terukur.
Insight Utama dari Kunjungan Industri
Bagi Ario, sesi kunjungan ke berbagai perusahaan teknologi di Suzhou Industrial Park memberikan gambaran nyata yang melengkapi teori di kelas. Ada empat poin utama yang ia catat:
- Problem-Solving Orientated: AI diterapkan untuk menyelesaikan tantangan bisnis konkret, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.
- Otomasi Proses Berulang: Industri berani mengotomatisasi pekerjaan rutin agar tenaga kerja manusia dapat difokuskan pada peran strategis.
- Relevansi Kurikulum: Adanya hubungan erat antara institusi pendidikan dan industri memastikan materi ajaran selalu selaras dengan kebutuhan lapangan kerja.
- Implementasi Nyata: Inovasi tidak berhenti pada laporan penelitian, tetapi diturunkan menjadi produk yang digunakan secara massal.

Tantangan Lapangan dan Adaptasi
Menjalani pelatihan intensif di negara dengan bahasa dan budaya yang berbeda tentu memberikan tantangan tersendiri. Kendala bahasa, padatnya jadwal harian, serta banyaknya istilah teknis baru menuntut adaptasi cepat.
Untuk mengatasinya, Ario aktif berdiskusi dengan sesama peserta dan pengajar, mendokumentasikan setiap sesi praktik, serta memanfaatkan alat bantu AI untuk memperdalam pemahaman istilah teknis seusai jam kelas.
Refleksi untuk Pembentukan Talenta Digital Indonesia
Mengakhiri catatan perjalanannya, Ario menekankan pentingnya membangun ekosistem yang menghubungkan pendidikan, industri, dan regulasi.
“Indonesia memiliki potensi talenta yang sangat besar. Tantangan utama kita adalah bagaimana mempercepat kolaborasi dan menghadirkan pendidikan teknologi yang relevan dengan industri. Teknologi pada akhirnya adalah alat untuk meningkatkan daya saing bangsa,” tutupnya.
Pengalaman dan modul yang didapatkan oleh Ario Purba bersama tim Coding Studio selama di Suzhou ini akan terus diadaptasi ke dalam kurikulum pembelajaran lokal.
Ingin mempelajari konsep kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman dengan kurikulum yang selaras dengan perkembangan industri global? Telusuri program dan silabus lengkapnya di School of AI Coding Studio