Mengikuti program pelatihan internasional di luar bidang keahlian utama adalah sebuah langkah besar. Bagi Neta Aulya Kurnia Ningrum, pengajar dan penyusun materi di KodioKids by Coding Studio, kesempatan menjadi salah satu dari empat Tim Coding Studio yang berangkat ke International Training of Trainers (ToT) Batch 6 di Suzhou Industrial Park Institute of Vocational Technology (SIPIVT) menjadi momen penting untuk keluar dari zona nyaman.
Berasal dari latar belakang Teknologi Informasi (TI) dan edukasi anak, Neta harus beradaptasi cepat dengan dunia otomasi industri berat, jadwal pelatihan yang intensif, serta dinamika budaya dan bahasa baru.
Kesan Pertama: Pertama Kali ke Luar Negeri dan Tantangan Adaptasi
Mendapat kesempatan belajar langsung ke Tiongkok membawa antusiasme sekaligus rasa deg-degan bagi Neta, terutama karena ini menjadi pengalaman pertamanya menuntut ilmu di luar negeri.
“Dari ngajar coding anak-anak, sekarang malah belajar AI langsung di Tiongkok. Keseharianku mengajar coding dan buat materi untuk KodioKids by Coding Studio. Waktu pertama kali tahu bakal berangkat, jujur excited banget tapi juga deg-degan. Aku kira tantangannya cuma di materi AI, ternyata aku juga harus adaptasi dengan bahasa, lingkungan, dan cara belajar baru. Dari situ aku sadar, belajar hal baru itu nggak selalu nyaman, tapi justru dari situ kita berkembang,” ungkap Neta.
Proses belajar-mengajar di SIPIVT mayoritas disampaikan dalam bahasa Mandarin oleh para laoshi (pengajar), dibantu terjemahan bahasa Inggris dan Indonesia. Dengan ritme program yang padat dan hanya 3 hari libur dalam satu bulan, Neta memanfaatkan setiap sesi untuk mengamati bagaimana AI telah menyatu dengan aktivitas harian masyarakat Tiongkok.

Jurnal Pembelajaran Minggu ke Minggu (Minggu 1–4)
Selama empat minggu di SIPIVT, Neta mendalami empat domain teknologi utama yang menghubungkan dunia perangkat lunak dengan perangkat keras industri:
Minggu 1: Menjembatani TI dan Lantai Pabrik (Machine Vision)
Pada minggu pertama, fokus pembelajaran berada pada Machine Vision untuk inspeksi kualitas industri. Berbeda dengan Computer Vision yang umum di dunia IT, Machine Vision menekankan pada bagaimana mesin mengidentifikasi objek secara fisik di lini produksi.
- Materi & Praktik: Mempelajari sistem kamera dan sensor untuk membedakan produk Not Good (NG) dan Good (G) secara otomatis.
- Kunjungan Industri: Mengunjungi PT Funa dan Xiaomi Learning Center untuk melihat miniatur robotik, produksi unfinished car, serta integrasi AI pada produk seperti CyberDog dan smart home.
Minggu 2: Masa Depan Mobilitas Pintar (Autonomous Driving)
Minggu kedua berfokus pada teknologi sistem kemudi otonom.
- Materi & Praktik: Mempelajari integrasi sensor LiDAR, Radar, dan kamera untuk sistem navigasi kendaraan real-time.
- Insight Utama: Penggunaan shuttle otonom yang sudah terintegrasi mulus dalam operasional harian di Suzhou memberikan gambaran nyata mengenai ekosistem mobilitas masa depan.
Minggu 3: Menghidupkan Robot Industri (Industrial Robotics)
Minggu ketiga menjadi salah satu fase paling intensif dalam memahami kontrol mekanis.
- Materi & Praktik: Simulasi, pemrograman, dan kalibrasi lengan robotik menggunakan ABB RobotStudio sebelum mengoperasikan perangkat keras secara langsung.
- Kunjungan Industri: Mengunjungi PT Tongyuan Enterprise (MWorks) untuk melihat rekayasa presisi dan alur kerja pabrik pintar (smart factory).
Minggu 4: Logistik Udara & Proyek Akhir (Drone Technology)
Minggu terakhir ditutup dengan eksplorasi teknologi UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dan visual udara.
- Materi & Praktik: Mempelajari dinamika penerbangan drone, penglihatan komputer udara, dan menyusun solusi otomasi end-to-end untuk presentasi proyek akhir.
- Kunjungan Industri: Mengunjungi Suzhou Low Altitude Flight Service Center untuk mempelajari manajemen ruang udara ketinggian rendah dan logistik udara cerdas.

Insight Utama: AI sebagai Ekosistem yang Terhubung Utuh
Dari pengamatan langsung di lapangan dan kunjungan ke berbagai pusat inovasi, Neta mencatat bahwa penerapan AI dan otomasi di Tiongkok telah berjalan secara masif di berbagai sektor.
Hal terpenting yang ia pelajari adalah bagaimana mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi aktif membangun sistem secara end-to-end. Perangkat keras dan perangkat lunak dirancang untuk saling berkomunikasi secara mulus dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Refleksi dan Langkah Selanjutnya
Pengalaman satu bulan di SIPIVT Suzhou memberikan perspektif baru bagi Neta dalam menghubungkan disiplin ilmu TI dan materi edukasi dasar dengan kebutuhan riil di dunia industri otomasi. Pemahaman yang diperoleh selama program ini menjadi modal penting untuk memperkaya materi pembelajaran yang relevan dan aplikatif di tanah air.
Ingin mempelajari konsep kecerdasan buatan (AI) dan pemrosesan data dengan kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan industri global? Telusuri program dan silabus lengkapnya di School of AI Coding Studio.